Benarkah Status Lajang Pengaruhi Pola Makan?

Benarkah Status Lajang Pengaruhi Pola Makan?

Selasa, 19 Jan 2016 | 13:55 | Nadia Chevina
WinNetNews.com - Makanan dan status lajang adalah dua subjek yang tengah diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh.

Salah satu penelitian menemukan bahwa seorang lajang memiliki tubuh lebih kurus bila dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan. Sementara, penelitian lain menemukan, mereka yang hidup bersama orang lain cenderung mengonsumsi makan lebih sehat daripada para lajang.

Laporan pertama, diterbitkan baru-baru ini dalam Journal of Family Issues, melihat pada data 20 tahun yang lalu dari National Longitudinal Survey of Youth tahun 1979, sebuah studi federal Amerika.

Hasilnya, mereka yang berusia 14 hingga 22 yang tinggal sendiri dikaitkan dengan berat badan seimbang yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tinggal bersama orang lain.

Penulis studi tersebut, Jay D. Teachman, seorang profesor sosiologi di Western Washington University, menduga pasangan yang sudah menikah telah memiliki rutinitas. Namun, seorang lajang juga mungkin lebih insentif untuk tetap sehat dan langsing karena masih berkencan.

"Tanpa menghakimi, kebanyakan lajang Lebih sering membuka kulkas dan mengambil yogurt dan berpendapat makanan itu baik," ungkapnya dalam perumpamaan.

Pada studi lain, yang diterbitkan pada Agustus dalam Nutrition Reviews, para peneliti dari Queensland University of Technology melihat 41 studi berbahasa Inggris yang meneliti hubungan antara asupan makanan dan hidup sendiri.

Mereka menemukan bahwa pada umumnya, orang-orang yang hidup sendiri memiliki keragaman yang lebih rendah dalam apa yang mereka makan. Mereka makan buah-buahan dan sayuran lebih sedikit dan kurang ikan dari orang-orang yang berpasangan.

Katherine L. Hanna, peneliti utama pada studi dan dosen di School of Exercise and Nutrition di universitas, mencatat bahwa ada "inkonsistensi" antara studi individu, dan bahwa temuan kelompok adalah titik awal untuk penelitian masa depan.

Tapi, dia berspekulasi bahwa faktor ekonomi mungkin menjadi salah satu alasan bahwa mereka yang lajang cenderung makan makanan kurang bergizi.

"Semua tergantung pada individu masing-masing. Seberapa pentingnya mereka menempatkan makan sehat, tanpa memandang status hidup?" kata Katherine W. Bauer, seorang asisten profesor ilmu gizi di University of Michigan School of Public Health.

Dilansir dari laman metrotvnews 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...