Benny Gantz Ungguli Benyamin Netanyahu, Era Baru Kepemimpinan Israel?
Benny Gantz yang didukung Partai Biru-Putih (Kahol Lavan) diprediksi menggeser tahta Benyamin Netanyahu dari kursi Perdana Menteri (PM) Israel. (Foto: The Time of Israel)

Benny Gantz Ungguli Benyamin Netanyahu, Era Baru Kepemimpinan Israel?

Kamis, 19 Sep 2019 | 10:01 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Ketatnya persaingan dalam Pemilu Israel 2019 mempertemukan Partai Biru-Putih (Kahol Lavan) pendukung Benny Gantz yang unggul 32 kursi dari Partai Likud pendukung petahana, Benyamin Netanyahu yang hanya meraih 31 kursi.

Dilansir Kompas.com dari The Time of Israel, hitung cepat Pemilu di Israel sudah mencapai 90 persen hingga Rabu (18/9/2019). Selisih satu kursi ini disinyalir memungkinkan tahta dan kekuasaan Benyamin Netanyahu akan tergeser di Parlemen (Knesset).

"Saya berharap penduduk Israel bisa mendapatkan pemerintahan gabungan, dan iklim politik akan lebih tenang sehingga kita bisa melanjutkan pemerintahan," kata Gantz.

Meski demikian, komposisi perolehan kursi keseluruhan koalisi yang dibangun masing-masing kandidat juga selisih satu kursi. Koalisi yang mendukung Gantz mendapatkan 56 kursi, sedangkan pendukung Netanyahu mendapat 55 kursi.

Sejumlah partai yang turut bersaing dalam Pemilu Israel kali ini juga berhasil lolos ke Knesset. Yaitu Partai Joint List (13 kursi), Partai Shas (9 kursi), Yisrael Beytenu (9 kursi), Partai Persatuan Taurat Yudaisme (8 kursi), Partai Yamina (7 kursi), Partai Buruh dan Partai Gesher (6), dan Partai Kamp Demokratik (5 kursi).

Dengan perolehan itu, maka Partai Yisrael Beytenu yang dipimpin politikus Avigdor Lieberman menjadi penentu. Sedangkan Partai Joint List belum menentukan sikap.

Meski demikian, Lieberman menyatakan akan memaksa Partai Likud dan Kahol Lavan membentuk pemerintahan bersama. Dengan demikian, kondisi ini mirip dengan yang terjadi usai pemilu pada 9 April lalu.

Saat itu Netanyahu yang unggul satu kursi gagal membentuk pemerintahan karena tidak bisa mendapatkan dukungan mayoritas di Knesset. Partai Kahol Lavan juga menetapkan syarat Netanyahu harus mundur jika Partai Likud ingin membentuk pemerintahan gabungan.

Lieberman juga menetapkan syarat untuk membentuk pemerintahan gabungan. Yakni dia menuntut kedua belah pihak untuk menerima sejumlah usulnya supaya menerapkan kebijakan yang lebih sekuler.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...