Beranikah KPK Jerat Kajati DKI?
Sudi Wantoko

Beranikah KPK Jerat Kajati DKI?

Jumat, 9 Sep 2016 | 15:09 | Rusmanto

WinNetNews.com - Petinggi PT Brantas Abipraya, Sudi Wantoko dan Dandung Pamularno menunggu keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Sudung Situmorang dan Aspidsus Kejati DKI, Tomo Sitepu.

Hal ini lantaran Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menyatakan Sudi dan Dandung bersalah menyuap Sudung dan Tomo sebesar Rp 2 miliar melalui perantara Marudut Pakpahan.

"Saat ini kita tunggu keberanian KPK menjerat Kajati DKI dan Aspidsus," kata Hendra Hendriansyah, pengacara Sudi dan Dandung di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/9).

Sementara itu, Jaksa KPK, Irene Putri menyatakan, pihaknya memahami dasar hukum hakim dalam menjatuhkan putusan. Namun Jaksa Irene menyatakan, pihaknya perlu mendiskusikan lebih lanjut. "Aku dapat memahami dasar hakim memutus. Namun tindak lanjut harus didiskusikan lebih lanjut," kata Jaksa Irene Putri.

Seperti diketahui, Majelis Hakim menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda 150 juta subsidair tiga bulan kurungan penjara terhadap Sudi. Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan vonis 2,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair dua bulan penjara terhadap Dandung.

Majelis Hakim menilai Sudi dan Dandung terbukti bersalah menyuap Sudung dan Tomo sebesar Rp 2 miliar untuk mengamankan kasus korupsi PT Brantas yang ditangani Kejati DKI. Sementara, sebagai pihak perantara suap, Marudut divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair tiga bulan kurungan penjara.

Ketiga terpidana ini dan KPK menerima dan tidak akan mengajukan banding atas vonis Majelis Hakim yang lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dengan demikian, perkara yang menjerat Sudi, Dandung, dan Marudut telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Ketiganya pun dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...