Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, Ekspor Melonjak

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, Ekspor Melonjak

 Ekspor ikan tuna naik 80 persen, ekspor ikan lainnya naik 240 persen

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengaku bahwa Di wilayah kelautan Indonesia, penangkapan ikan ilegal marak terjadi menyebabkan kerugian yang cukup signifikan, terutama bagi perekonomian Indonesia.

"Kita harus memberantas penangkapan ikan ilegal. Kerugian kita tidak hanya ikan. Tetapi, bahan bakar dan yang lainnya. Bagaimana bisa kita tidak peduli?" ujar Susi, saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu 16 September 2015.

Penangkapan ilegal ini, Susi menambahkan, bagaikan penyakit yang memang harus segera diberantas. Selain mengurangi pasokan ikan, ada indikasi lain yang menyatakan, ditemukan oknum-oknum tertentu yang memperdagangkan manusia kepada negara-negara lain.

"Penangkapan ikan ilegal itu memang musuh dunia. Sebab, ada kejahatan lain. Ada perbudakan, perdagangan manusia dengan membawa migran," kata dia.

Sejak menjabat sebagai Menteri KP, Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation ini memang selalu gencar untuk memberantas penangkapan ikan ilegal di wilayah Indonesia.

Diakui Susi, berkat kerja keras itu, ekspor ikan Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Selama sembilan bulan saya menjabat, sektor perikanan tumbuh 8,4 persen. Ekspor tuna juga naik 80 persen. Ekspor ikan yang lain, naik 240 persen," ujarnya.

Langkah yang dilakukan Susi ini, merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan kembali posisi Indonesia sebagai poros maritim Indonesia. Hal ini diakui Susi, merupakan harapan dari Presiden Joko Widodo.

"Saya melihat banyak hal terkait maritim yang terjadi. Saya ingin berkontribusi untuk Indonesia. Saya ingin kembali membuat Indonesia menjadi poros kegiatan bisnis maritim dunia," katanya.