Berat Badan atau Kolesterol Dulu yang Sebaiknya Diturunkan?

Rusmanto
Rusmanto

Berat Badan atau Kolesterol Dulu yang Sebaiknya Diturunkan? ilustrasi

Winnetnews.com -  Meskipun bisa menyerang orang dengan berat badan yang ideal atau bahkan kurus, dalam realitanya mereka yang memiliki berat badan berlebih lebih rentan terkena masalah kolesterol tinggi. Mengingat berat badan berlebih ataupun kolesterol tinggi sama-sama bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan, mana yang sebaiknya kita turunkan terlebih dahulu di antara keduanya?

Pakar kesehatan menyebut kolesterol sebenarnya masih dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun sering dikaitkan dengan masalah kardiovaskular, dalam realitanya kolesterol yang jumlahnya normal akan membantu tubuh memproduksi hormon seperti testosteron, estrogen, dan kortisol. 

Selain itu, produksi asam empedu yang dibutuhkan saluran pencernaan dan vitamin D yang dibutuhkan tulang juga dipengaruhi oleh keberadaannya.

Jika kita mengalami berat badan berlebih dan masalah kolesterol tinggi sekaligus, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menurunkan berat badan terlebih dahulu. 

Selain bisa membantu penampilan tubuh menjadi lebih baik, menurunkan berat badan juga akan bisa berimbas pada menurunnya kolesterol tubuh, semakin membaiknya sirkulasi darah, dan menurunnya risiko terkena berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan lain-lain.

Menurunkan kolesterol memang tidaklah mudah. Kita harus benar-benar berkomitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat demi mendapatkannya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol tubuh.

  1. Memperbanyak asupan serat larut

    Serat larut bisa ditemukan di dalam makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buah apel, dan keluarga buah sitrus seperti jeruk. Keberadaan serat larut ini akan membantu mencegah penyerapan kolesterol dari makanan yang kita konsumsi. Hal ini akan membuat kolesterol justru ikut terbuang bersama dengan kotoran saat buang air besar dan akhirnya menurunkan kadar kolesterol tubuh dengan signifikan.

    Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memenuhi asupan serat larut setidaknya 5-10 gram setiap harinya demi membantu menurunkan kolesterol dan mencegah masalah kardiovaskular.
     
  2. Memperbanyak asupan buah dan sayur

    Pakar kesehatan menyarankan orang dewasa untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan minimal 4 porsi dalam sehari demi menurunkan kadar kolesterol tubuh. Sayuran dan buah tinggi kandungan antioksidan jika dikonsumsi secara rutin bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat hingga 6 persen.

    Penelitian juga membuktikan bahwa mereka yang rutin makan sayur dan buah cenderung menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular hingga 17 persen dalam kurun waktu 10 tahun.
     
  3. Mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tak jenuh

    Banyak orang yang menganggap lemak sebagai musuh bagi masalah berat badan atau kolesterol tinggi. Padahal, tidak semua lemak berbahaya. Lemak tak jenuh bahkan bisa membantu menurunkan kadar kolesterol hingga 9 persen jika dikonsumsi secara rutin selama 8 minggu. Makanan-makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh adalah buah alpukat, minyak ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
     
  4. Menghindari makanan dengan kandungan lemak trans

    Makanan dengan kandungan lemak trans seperti makanan cepat saji, daging olahan, gorengan, dan lain-lain bisa memperburuk kondisi kolesterol tubuh. Sebaiknya kita menghindari makanan-makanan ini terlebih dahulu jika ingin menurunkan kolesterol dan berat badan.
     
  5. Berhati-hati dengan kandungan gula

    Selain buruk bagi berat badan dan risiko diabetes, gula ternyata juga bisa memperburuk kondisi kolesterol tubuh. Sebagai contoh, sebuah penelitian membuktikan bahwa orang dewasa yang rajin mengonsumsi minuman yang mengandung sirup fruktosa jagung akan mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat dengan signifikan.

    Selain gula yang ditambahkan pada makanan atau minuman yang kita buat, kita sebaiknya harus membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula layaknya kue, biskuit, minuman kemasan, minuman bersoda, dan lain-lain.
     
  6. Minum teh hijau

    Salah satu jenis teh yang dianggap paling baik bagi kesehatan tubuh adalah teh hijau. Tak hanya bisa menurunkan stres, teh hijau juga bisa menurunkan kolesterol dengan efektif. Sebuah penelitian membuktikan bahwa rutin minum teh hijau selama dua pekan sudah mampu menurunkan kadar kolesterol total hingga 7 mg/dL dan kolesterol jahat hingga 2 mg/dL.

    Teh hijau juga memiliki kandungan antioksidan tinggi. Kandungan ini bisa membantu menyehatkan pembuluh darah dan jantung. Penelitian membuktikan bahwa rutin minum teh hijau bisa membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung hingga 20 persen.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di doktersehat.com dengan judul "Lebih Baik Turunkan Berat Badan atau Kolesterol Dulu?"

 

 

Penulis : Djoko Rusmanto
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?