Berat Badan Naik Usai Diet? Mungkin Ini Penyebabnya
ilustrasi

Berat Badan Naik Usai Diet? Mungkin Ini Penyebabnya

Sabtu, 27 Feb 2021 | 11:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Mengatur pola makan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan aktivitas tubuh, merupakan inti dari upaya penurunan berat badan. Namun, berat badan yang naik lagi setelah diet menandakan tubuh tidak dapat mempertahankan berat badan dengan stabil.

Hal tersebut disebabkan faktor gaya hidup maupun faktor fisiologis tubuh setelah menjalani diet. Apa saja penyebab berat badan naik lagi?

Jumlah asupan kalori yang naik-turun

Penyebab yang satu ini merupakan faktor yang mungkin paling berkontribusi dalam kenaikan berat badan pada orang yang sedang atau telah menjalani diet. Ini karena  asupan kalori yang naik dalam waktu singkat akan kembali menaikan berat badan.

Saat menjalani diet, seseorang akan mengurangi asupan kalori sampai di bawah jumlah dari biasanya, misalnya 1.800 kalori menjadi 1.500 kalori.

Kemudian, dalam beberapa waktu setelah mengalami penurunan, asupan kalori yang dikonsumsi kembali menjadi jumlah normal (1.800 kalori) atau bahkan lebih. Inilah yang membuat berat badan akan kembali naik.

Berat badan cenderung kembali meningkat dengan cepat karena setelah melakukan diet, tubuh Anda telah beradaptasi dengan jumlah kalori yang sedikit.

Dari contoh yang sebelumnya, jika setelah diet tubuh Anda sudah membiasakan diri dengan kebutuhan 1.500 kalori, saat berat Anda sudah normal dan Anda kembali ke jumlah 1.800 kalori, maka tubuh akan menerima kalori lebih banyak.

Hal tersebut menyebabkan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan kembali.

Berat badan Anda bahkan akan meningkat lebih dari sebelum diet apabila Anda melakukan binge eating atau memakan makanan dalam jumlah yang sangat banyak setelah melakukan diet.

Pola makan mungkin membantu Anda dalam menurunkan berat badan, tetapi jika Anda kembali makan dengan asupan berlebih kembali maka begitu juga dengan berat badan Anda.

Berat badan naik setelah diet karena faktor hormonal

Beberapa hormon yang berada di organ lambung, organ pankreas, dan jaringan lemak berkaitan erat dengan proses pengaturan berat badan, salah satunya pada proses stimulasi keinginan makan pada otak.

Menurunnya kadar lemak dalam tubuh pada orang yang menjalani diet, biasanya diikuti dengan menurunnya hormon leptin (berfungsi mengirimkan pesan ke otak apabila sudah kenyang) dan menurunnya hormon ghrelin (stimulasi lapar).

Meskipun secara tidak langsung mempengaruhi kadar lemak tubuh, tetapi hormon tersebut sangat mempengaruhi individu dalam pola konsumsi individu.

Sebuah penelitian pada 2011 menunjukkan, penurunan berat badan menyebabkan perubahan kadar hormon pencernaan, dan diikuti rasa lapar yang cendering lebih tinggi dibandingkan sebelum penelitian dimulai.

Salah satu anggota peneliti, Professor Joseph Proietto, Ph.D dari Universitas Melbourne mengatakan bahwa kepribadian dan faktor psikologis menentukan bagaimana individu tersebut menghadapi rasa lapar (yang disebabkan perubahan hormon) tersebut.

“Hal ini mungkin adalah yang menyebabkan beberapa orang dapat menjaga berat badannya lebih baik dari yang lainnya. Menjaga berat badan (agar tidak kembali meningkat) membutuhkan usaha terus menerus dan mempertahankan agar tidak terlalu lapar”, tambahnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...