Berawal dari Rasa Bersalah, Bisa Berujung Bulimia, Kok Bisa?
via Self.com

Berawal dari Rasa Bersalah, Bisa Berujung Bulimia, Kok Bisa?

Senin, 30 Des 2019 | 14:20 | Zavira Maharani

Winnetnews.com - “Kalo habis makan suka merasa bersalah aja gitu, akhirnya kalo abis makan selalu ke toilet buat muntahin semua makanannya,” kata salah satu responden dari survei mengenai Eating Disorder yang saya buat.

Apa itu Eating Disorder?

Eating Disorder (ED) atau kelainan kebiasaan makan adalah kondisi dimana seseorang memiliki sikap tidak sehat terhadap makanan yang diakibatkan oleh kekhawatiran orang tersebut akan bentuk tubuhnya. Menurut laman nhs.uk, kekhawatiran yang berlebih itulah yang menyebabkan penderita terobsesi menjaga bentuk tubuh mereka dengan berbagai cara yang tidak jarang membahayakan mereka.

National Institute of Mental Health pada tahun 2010 menyatakan bahwa 1 dari 5 wanita di dunia mengalami gangguan makan. Eating Disorder ini bisa terjadi pada usia berapa pun, namun lebih sering dialami oleh remaja wanita, sekitar umur 13 hingga 17 tahun. Lalu, apa saja sih jenis dari ED?

Eating Disorder mempunyai banyak jenis, tetapi yang paling umum adalah 2 jenis ini, yaitu Anorexia dan Bulimia. Anorexia adalah kondisi di saat seseorang sangat takut menjadi gemuk dan mereka berusaha untuk menjadi sangat kurus. Biasanya berat badan mereka bahkan bisa mencapai 15% di bawah berat badan ideal mereka. Cara untuk kurus yang penderita anorexia gunakan di antaranya adalah diet ekstrim atau diet tidak sehat yang pada akhirnya juga akan menyakiti diri mereka sendiri.

Berbeda dengan anorexia, bulimia terjadi pada saat seseorang terus-menerus makan dalam jumlah banyak dan tidak bisa mengontrolnya (binge). Setelah hal tersebut dilakukan, biasanya mereka merasa bersalah, dan akhirnya berusaha mengeluarkan lagi makanannya dengan cara mencoba memuntahkannya dengan memasukkan jari ke tenggorokan mereka sendiri atau mengkonsumsi obat pencahar secara berlebihan.

Penyebab dari Eating Disorder pun sangat beragam, bisa dimulai dari selalu memikirkan bentuk tubuh ideal yang harus didapatkan, makan dengan jumlah yang sangat sedikit atau dengan porsi yang besar, diet ketat dan tidak sehat dan juga olahraga terlalu banyak. 

Tanda- tanda ini juga bisa Anda perhatikan jika orang lain memiliki kecenderungan ED seperti selalu pergi ke toilet sehabis mereka makan dan keluar dengan muka pucat, penurunan berat badan yang signifikan, dan terus-menerus mengeluh tentang berat badan mereka atau seberapa banyak makanan yang sudah mereka konsumsi.

Tidak hanya faktor dari dalam diri sendiri yang bisa menyebabkan ED, tapi ada juga faktor sosial yang menyebabkan penderita menjadi sangat berniat untuk mengurangi berat badannya. Faktor sosial yang dimaksud adalah disaat orang lain mengatakan “ih lo gendutan yah” atau sebutan-sebutan lain yang bisa membuat seseorang tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya padahal berat badan mereka masih dalam batas normal. Sehingga, orang tersebut bisa overthinking dan akhirnya berusaha untuk mengurangi berat badannya dengan cara yang ekstrim.

Demi Lovato, penyanyi sekaligus aktris Amerika Serikat, terbuka bahwa dia adalah salah satu pejuang dari Eating Disorder yaitu Bulimia. Di dalam film dokumentasinya, Simply Complicated, berbagi cerita tentang kesepian, depresi, kecanduan, dan kesulitan dengan masalah tubuh sepanjang hidupnya. 

Mantan bintang Disney itu dengan berani membahas pentingnya kejujuran dan keterbukaan dengan hal ini. Dia berbagi hubungannya yang rumit dengan makanan dan berkata bahwa Eating Disorder adalah kondisi kesehatan mental yang dikenal di mana kebiasaan makan yang berbahaya dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan tidak bisa dianggap remeh.

image0
Sumber: Elite Daily

Maka dari itu, jika Anda memiliki keadaan seperti faktor-faktor di atas, janganlah merasa malu untuk meminta pertolongan! Datanglah ke orang yang tepat seperti dokter umum atau Eating Disorder Support terdekat.

Hal yang juga bisa lakukan adalah dengan mulai untuk menerima dan mencintai diri kita apa adanya. Jangan biarkan kata-kata diluar sana menentukan bentuk tubuh apa yang harus Anda dapatkan karena itu adalah tubuh Anda sendiri, bukan mereka. (*)


---------------
Zavira Maharani adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...