Berbagai Fakta Terkait Dugaan Hepatitis Misterius di Indonesia

Rusmanto

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Berbagai Fakta Terkait Dugaan Hepatitis Misterius di Indonesia
detikcom

Winnetnews.com -  Kementerian Kesehatan RI memperbaharui data kasus dugaan hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya alias misterius. Dugaan kasus berkurang menjadi 14, dengan rincian 1 probable dan 13 klasifikasi pending.

"Ada pengurangan kasus di probable ternyata setelah dilakukan pemeriksaan, bakteri sepsis bakteri sehingga dia dikeluarkan," kata juru bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril, SpP, MPH di Gedung Kemenkes, Rabu (18/5/2022).

"Yang tadinya 2 probable (DKI dengan Jawa Timur) kini menjadi satu, kemudian ada pengurangan satu dari sebelumnya pending menjadi discarded," jelasnya.

Sebelumnya, Kemenkes mencatat sebanyak 27 pasien mengalami gejala hepatitis akut berat. Pada 1 Mei, sebanyak 13 kasus dikeluarkan atau 'discarded' karena tidak masuk kriteria.

Sebanyak 13 kasus klasifikasi pending tersebar dengan rincian sebagai berikut:

  • 1 Kasus di Sumatera Utara
  • 1 Kasus di Sumatera Barat
  • 7 Kasus di DKI Jakarta
  • 1 Kasus di Jambi
  • 3 Kasus di Jawa Timur

Dari data tersebut, sebaran berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut:

7 Kasus di bawah 5 tahun
2 Kasus usia 6-10 tahun
5 Kasus usia 11-16 tahun

Berdasarkan status perawatan, berikut rinciannya:

  • 6 Kasus meninggal dunia
  • 4 Kasus dirawat
  • 4 Kasus dipulangkan

Berdasarkan usia, berikut rincian 6 kasus meninggal dunia:

  • Usia 2 bulan
  • Usia 8 bulan
  • Usia 9 bulan
  • Usia 14 bulan
  • Usia 1 tahun
  • Usia 8 tahun

Menurut dr Syahril yang juga Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, gejala yang paling banyak dikeluhkan adalah demam yakni 78,6 persen dan hilang nafsu makan sebanyak 78,6 persen.

"Kalau ada keluhan di perut, mual-mual, muntah, atau diare, ini gejala awal. Jangan sampai berat. Berat lagi masuk dia jadi kuning matanya, seluruh tubuhnya, bahkan urine atau kencingnya itu warna seperti teh itu gejala lebih lanjut lagi," pesannya.

Saat ini, ada beberapa definisi operasional terkait kasus hepatitis akut 'misterius' yang tidak diketahui etiologinya. Sama seperti COVID-19, hepatitis misterius juga mengenal berbagai kategori seperti halnya suspek hingga kasus terkonfirmasi.

"Sama dengan dulu kasus COVID-19, ada yang suspek, ada yang OTG, dan lain-lain sampai konfirmasi. Nah pada kasus hepatitis pun seperti itu," kata dr Syahril.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada kasus hepatitis akut misterius yang dikategorikan confirmed atau terkonfirmasi. Berikut rinciannya.

Konfirmasi

  • Belum diketahui

Probable

  • Memiliki gejala hepatitis akut dengan hasil tes laboratorium jenis A, B, C, D, atau E negatif
  • SGOT atau SGPT lebih dari 500 IU/L
  • Usia kurang dari 16 tahun
  • Kasus diidentifikasi sejak 1 Oktober 2021

Epi linked

  • Memiliki gejala hepatitis akut dengan hasil tes serologi hepatitis jenis A, B, C, D, atau E negatif
  • Segala usia
  • Memiliki kontak erat dengan kasus probable sejak 1 Oktober 2021

Pending klasifikasi

  • Sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk jenis hepatitis A, B, C, D, atau E
  • SGOT atau SPGT lebih dari 500 IU/L
  • Usia kurang dari 16 tahun
  • Diidentifikasi sejak 1 Oktober 2021

Discarded

  • Memiliki gejala hepatitis akut (tetapi hasil tes serologi di antara jenis A, B, C, D, atau E positif)
  • Penyebab infeksi diketahui

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta Terbaru 14 Kasus Dugaan Hepatitis Misterius di Indonesia"


 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...