Berbagai Penyakit Keturunan yang Perlu Diwaspadai
ilustrasi

Berbagai Penyakit Keturunan yang Perlu Diwaspadai

Senin, 3 Jun 2019 | 14:50 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Tubuh yang sehat bebas penyakit adalah impian setiap orang. Namun, tak bisa dipungkiri juga bahwa tidak selamanya tubuh akan selalu sehat. Ada saja penyakit yang menjangkiti tubuh. Sayangnya, ada sejumlah jenis penyakit yang tidak bisa dicegah kehadirannya. Adalah penyakit genetik, penyakit yang memang sudah ‘diwariskan’ dari orang tua maupun anggota keluarga lainnya. Apa saja penyakit keturunan yang ada?

Macam-Macam Penyakit Keturunan (Genetik)

Penyakit keturunan adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya kelainan genetik di dalam tubuh seseorang. Kelainan genetik ini tak lain dibawa oleh orang tua, untuk kemudian ‘diwariskan’ kepada anak dan cucunya kelak.

Namun, ada beberapa kasus di mana orang tua hanya berperan sebagai ‘carrier’, yakni pembawa sifat gen abnormal. Sementara itu, penyakit baru akan muncul akibat adanya pengaruh dari faktor-faktor eksternal, bisa lingkungan maupun gaya hidup.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit keturunan  yang umum kita jumpai (atau mungkin Anda salah satu pengidapnya).

1. Buta Warna

Penyakit turunan pertama yang umum ditemui adalah buta warna. Penyakit buta warna adalah kondisi di mana mata tidak mampu untuk dapat mengenali warna dengan baik. Buta warna terjadi akibat adanya mutasi daripada genetik kromosom X.

Kendati buta warna bisa disebabkan oleh faktor non-genetik lainnya, seperti kerusakan saraf mata hingga otak, sebagian besar kasus buta warna diakui berasal dari warisan orang tua. Buta warna dapat terjadi apabila gen yang mengalami mutasi berjumlah setidaknya 19 kromosom dan 56 gen yang berbeda satu sama lain.

Buta warna dapat terjadi sejak usia anak-anak. Namun, ada kalanya penyakit keturunan ini baru muncul setelah penderita beranjak dewasa.

2. Thalasemia

Sementara itu, thalasemia adalah penyakit keturunan berupa kelainan darah yang ditandai oleh mudah pecahnya hemoglobin. Thalasemia diwariskan kepada anak apabila kedua orang tuanya menjadi ‘carrier’ atau pembawa sifat gen abnormal.

Thalasemia menyebabkan penderitanya memerlukan transfuse darah secara konsisten guna menjaga agar kadar hemoglobin tetap normal.

3. Hemofilia

Sama seperti thalasemia, hemofilia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor keturunan (genetik). Hemofilia terjadi akibat kurangnya faktor pembeku darah 8 dan/atau 9. Penderita hemofilia umumnya laki-laki, oleh karena perintah pembekuan darah terdapat di dalam kromosom X. Sementara itu, wanita umumnya bersifat sebagai ‘carrier’.

Hemofilia adalah penyakit keturunan yang kehadirannya sulit dicegah. Pasalnya, setiap anak pasti memiliki satu kromosom seks dari orang tua laki-laki dan satu kromosom seks dari orang tua perempuan. Penyakit hemofilia terjadi sejak usia anak-anak.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...