Berbalut Salju, Anak ini Berjalan 4 Kilometer Demi ke Sekolah
Foto: Bright Side

Berbalut Salju, Anak ini Berjalan 4 Kilometer Demi ke Sekolah

Jumat, 17 Jan 2020 | 16:00 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Seorang anak laki-laki asal China menjadi pembicaraan orang-orang di media sosial. Hal ini disebabkan karena ia berjalan ke sekolah dengan jarak lebih dari 4 kilometer. Di bawah hujan salju yang turun lebat dan jaketnya yang tipis, Wang Fuman tetap berusaha pergi ke sekolah demi ikut ujian.

Saat sampai di sekolah, ia ditertawakan oleh teman-temannya karena alis dan rambutnya telah dipenuhi oleh es, serta pipinya merah karena kedinginan. Sang guru pun memotret kondisi Wang Fuman yang sedang kediginan dan mempostingnya di media sosial.

Postingan tersebut pun viral dan banyak warganet yang membagikan ulang cerita serta foto bocah tersebut.

Dilansir dari Bright Side, anak berusia 8 tahun ini tinggal di sebuah desa terpencil yang ada di Provinsi Yunnan, bersama nenek dan kakaknya. Kedua orangtuanya pergi merantau dan hanya datang berkunjung sesekali ke rumahnya.

Wang diketahui sering mengalami hipotermia, pemanas yang ada di rumahnya tidak bekerja dengan baik sehingga dia sering kedinginan, lalu membuat tangannya bengkak dan jarinya mati rasa. Sekolahnya pun tidak mempunyai mesin penghangat sama sekali dan semua murid yang ada di sana harus menggunakan baju hangat saat di kelas.

Anak ini mengaku kalau dia sangat ingin mendapatkan pendidikan yang baik, karena ia tahu hanya itu satu-satunya cara agar dapat keluar dari keterpurukan yang dialami. Dia terbilang murid yang pintar dan mendapatkan nilai tinggi, meskipun saat itu sedang kedinginan.

Fotonya yang viral itu, membuatnya mendapat julukan sebagai “Ice Boy”. Para warganet yang telah melihat kisahnya merasa kalau dia adalah simbol dari kegigihan dan keberanian.

Selain itu, foto ini pun menjadi bahan diskusi terkait sulitnya situasi yang perlu dihadapi oleh pelajar di sana. Mereka harus tinggal bersama kakek dan neneknya, sedangkan orangtua mereka merantau ke kota besar untuk bekerja.

Anak-anak ini pun harus hidup di rumah yang bobrok, tidak makan dengan cukup, dan tidak bisa pergi ke sekolah dengan bus. Semua yang biasa kita lihat, sangat sulit didapatkan untuk mereka.

Wang Fuman, kakaknya, dan sang ayah kemudian diundang ke Beijing. Petugas kepolisian mengawal mereka selama di perjalanan. Wang pun mendapatkan kesempatan untuk melakukan panjat tebing, melakukan tur di makam Mao Zedong, dan hadir di konfrensi pers yang dilakukan di Beijing University, tempatnya ingin berkuliah. Selian itu, dia pun mengatakan kalau memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter ataupun polisi.

“Sangat dingin di rumah, kami harus menggunakan arang setiap saat, dan kami tidur dengan matel. Dan di sini, rumah-rumah sangat hangat sehingga aku bisa mengenakan hanya satu kemeja! Aku melihat ini untuk pertama kalinya dalam hidupku,” ujar Wang.

Para warganet pun melakukan donasi dan berhasil mengumpulkan sebanyak 450 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp6 miliar. Uang ini pun digunakan untuk membenarkan pemanas di sekolah Wang, dan membelikan pemanas baru serta pakaian hangat untuk anak-anak dari keluarga miskin di Provinsi Yunan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...