Beredar Surat BUMN Paksa Pegawai Ramaikan Kampanye 01

Aldina Putri Nst
Aldina Putri Nst

Beredar Surat BUMN Paksa Pegawai Ramaikan Kampanye 01 Sumber foto: Twitter.com
Winnetnews.com - Muhammad Said Didu selaku Mantan Sekretaris Kementrian BUMN melontarkan harapannya agar petinggi BUMN berhenti mengintimidasi para pegawainya untuk memilih capres tertentu. Hal ini disampaikan Said Didu melalui akun Twitter pribadinya @saididu, Selasa (9/4/19).

Ada sebanyak 150.000 orang dari kementrian dan keluarga besar BUMN yang ditargetkan untuk hadir dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kementrian BUMN 13 April 2019. Acara tersebut dikabarkan akan berlangsung di Lapangan Monas Jakarta Pusat.

Namun, surat imbauan Kementrian BUMN untuk keluarga besar pegawai BUMN beredar dan menjadi topik perbincangan di media sosial. Said Didu pun mengunggahnya lewat akun Twitternya beserta penilaiannya terhadap BUMN adalah tindakan ‘abuse of power’.

Pengarahan massa keluarga BUMN secara besar-besaran ke Jakarta diduga sebagai upaya kubu 01 agar meramaikan acara kampanye akbar yang akan mereka gelar mendatang.

Sebelumnya, salah satu pegawai BUMN @IreneViena ungkapkan bahwa seluruh pegawai BUMN dipaksa agar hadir di kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf Amin di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Sabtu, (13/4/19) mendatang.

Kabarnya, pemaksaan tersebut dilakukan agar dapat menandingi jumlah massa yang hadir saat kampanye akbar Prabowo-Sandi Minggu (7/4/19) kemarin.

“Pegawai BUMN dipaksa harus menghadiri kampanye Jokowi 13 April 2019. Dicatat nomor hp, diabsen kehadiran. Pegawai BUMN yang menolak hadir dikenakan sanksi mulai dari pembatalan bonus, penundaan kenaikan pangkat dan golongan, mutasi, dst. Mana nyali Anda @KPU_ID @@bawaslu_RI” tulisnya, Senin (8/4/19).

 

 

Apa Reaksi Kamu?