Berikut 5 Film Horor Korea Yang Siap Menghantui Anda Part 2

Berikut 5 Film Horor Korea Yang Siap Menghantui Anda Part 2

Kamis, 21 Apr 2016 | 17:10 | Kontributor

WinNetNews.com - (Bag.2) Winners Anda tahu tidak, ternyata film horor telah ada selama lebih dari satu abad. Biasanya cerita dalam film horor mengambil tema mengerikan, berbalut dengan fantasi, hingga fiksi supranatural.

Di film horor biasanya memasukkan unsur tak lazim dalam dunia nyata, seperti hantu, makhluk luar angkasa, vampir, manusia serigala, setan, penyihir jahat, monster, zombie, kanibal, psikopat, dan pembunuh berantai.

Bahkan, beberapa adegan dalam film horor dibuat untuk membangkitkan rasa trauma penonton dengan penyiksaan atau kekerasan. Hal itu memang menjadi hal yang biasa ditampilkan di film horror.

Film-film Korea ternyata tidak melulu hanya menampilkan genre komedi romantis yang menjadi idola di Indonesia, tapi juga bisa menampilkan genre horor yang bisa membuat kita begidik dan trauma jika Anda menontonnya. Ada cukup banyak film-film bergenre horor yang sudah dihasilkan di negeri ginseng ini, tapi ada 5 film yang benar-benar saya rekomendasikan untuk Anda saksikan, tapi jangan salahkan saya ya jika nanti Winners menjadi trauma dan paranoid. Berikut film-filmnya :

Into The Mirror (2003)

image0

Into The Mirror juga dianggap sebagai salah satu film horor Korea paling mencekam yang dibuat 2003 silam. Kesuksesan Into The Mirror membuat Hollywood mengadaptasi dengan film Mirror yang dibuat 2008.

Film yang bertema psikologis ini dibesut oleh sutradara Kim Seon Ho yang sebelumnya berprofesi sebagai arsitek. Latar belakangnya itu membuat Into the Mirror memiliki cerita dengan memanipulasi ruang dan dimensi optik hingga memiliki atmosfir unik.

Into The Mirror berkisah tentang Woo Young-min, seorang mantan detektif dari kesatuan polisi di Seoul terpukul dan bersalah karena sudah menyebabkan nyawa rekannya melayang saat indisen penyenderaan. Detektif itu kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanya itu dan menjadi petugas keamanan di Dreampia, sebuah departmen store milik pamannya.

Dreampia sendiri sebenarnya memiliki sejarah kelam, pernah mengalami kebakaran hebat yang menyebabkan beberapa karyawannya tewas terpanggang. Suatu hari, sebelum Dreampia resmi beroperasi kembali terjadilah sebuah peristiwa bunuh diri misterius yang melibatkan salah satu karyawannya.

Peristiwa mengerikan ini rupanya mengusik jiwa detektif Woo Young-min kembali keluar. Ia kemudian melakukan penyelidikan dan menemui sebuah keanehan. Peristiwa bunuh diri tersebut rupanya berhubungan dengan cermin-cermin yang ada dalam gedung tersebut. Rupanya ada sesuatu yang jahat bersembunyi di dalam setiap cermin itu, sesuatu yang tidak terlihat yang penuh dendam.

 

Three...Extremes (2004)

image1

Three...Extremes (2004) merupakan kolaborasi dari sutradara handal di dunia hiburan Asia, Park Chan-wook, Fruit Chan, dan Takashi Miike. Mereka membuat mimpi buruk yang dirangkai menjadi sebuah gambar bejalan dengan sebuah cerita yang memiliki benang merah.

Film ini memiliki tiga cerita pendek, Dumpling (The Hong Kong Extreme), Box (The Japan Extreme0, dan Cut (Korean Extreme). Sebenarnya film ini lebih tepat disebut sebagai film horor Asia karena menggabungkan dari tiga negara besar yang di dunia perfilman Asia.

Cerita pertama adalah Box dari Takashi Miike yang terlihat artistik. Cerita ini cepat berubah menjadi sisi gelap yang sensual dan menunjukan pertunjukan yang ekstrem. Box berkisah tentang seorang novelis muda yang bermimpi dihantui dan dimakamkan di sebuah kotak kecil.

Kemudian, ia menemukan memang tengah dihantui di kehidupan nyata oleh saudari kembarnya. Film ini menyeramkan tapi menyedihkan di waktu yang sama, serta menakutkan.

Film kedua adalah Dumplings garapan Fruit Chan dari Hong Kong, paling terkenal di antara lainnya. Dumpling bercerita tentang seorang atris yang kaya mencoba melawan usia dengan mengunjungi seorang penyihir modern yang menjual mie pangsit paling mahal di kota.

Apa yang penyihir modern masak itu ternyata sangat mengerikan.

Film ketiga adalah Cut besutan Chan-Wook Park. Ceritanya mengenai seorang sutradara film yang disandera di lokasi syuting miliknya yang terbaru. Dia diikat ke dinding, sementara istrinya di tempelkan ke piano. Lalu, apa motif pelaku melakukan itu semua?

 

Bunshinsaba (2004)

image2

Papan ouija memang menjadi legenda di beberapa negara di dunia. Tak hanya di Amerika yang dikenal dengan nama ouija, di Korea Selatan memiliki bunshinsaba. Film yang mengangkat mengenai berkomunikasi dengan hantu lewat media itu. Bunshinsaba dibuat hasi tangan dingin sutradara horor terkenal asal Korea Selatan, Ahn Byeong-ki.

Film ini mengangkat kisah sekelompok anak sekolah yang penasaran mencoba bermain Bunshinsaba. Permainan yang awalnya menyenangkan, berubah menjadi kutukan mengerikan.

Film Bunshinsaba bercerita tentang seorang pelajar bernama Yoo Jin yang terus diganggu teman sekolahnya. Yoo Jin yang kesal berusaha membalas dengan meminta bantuan hantu lewat permainan Bunshinsaba. Yoo Jin dengan dua teman dekatnya akhirnya melakukan ritual itu.

Yoo-Jin memperingatkan temannya untuk tidak membuka mata hingga pembacaan mantra selesai. Rupanya justru Yoo-jin yang penasaran membuka matanya. Dia terkejut dan ketakutan saat melihat sosok gadis pucat dengan rambut panjang terlihat oleh dirinya.

Kejadian aneh mulai terjadi saat Yoo Jin datang ke sekolah, menemukan mayat teman sekelas yang merupakan tukang bully. Seorang guru masuk ke kelas Yoo Jin, mulai melakkan absensi. Rupanya sang guru memanggil nama seorang siswa yang telah tiada, membuat murid lainnya ketakutan.

Yoo Jin yang memberitahu jika murid yang dipanggil itu sudah meninggal. Rupanya kejadian mengerikan lainnya terus terjadi setelah tiga orang lainnya ditemukan meninggal dunia dengan cara yang sama. Siapakah yang membunuh murid itu? Apakah ada kaitannya dengan ritual yang dilakukan Yoo Jin?

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...