Berikut Aturan Jumlah Rakaat untuk Salat Witir

Rusmanto
Rusmanto

Berikut Aturan Jumlah Rakaat untuk Salat Witir ilustrasi

Winnetnews.com - Witir bermakna ganjil. Salat witir adalah salat yang dilakukan di malam hari sebagai penutup salat-salat sebelumnya, dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil.

Waktu salat witir, dimulai setelah salat Isya, sampai tiba waktu subuh, meskipun salat Isya dijamak dengan salat Maghrib (jama taqdim), salat witir boleh dikerjakan sejak saat itu.

Sahabat Abu Hurairah radhiyallahuanhu menceritakan sebuah nasihat berkesan yang beliau dengar Nabi Shallallahualaihi wasallam,

"Kekasihku shallallahualaihi wasallam memberiku nasihat untuk berwitir sebelum aku tidur."

Jumlah rakaat minimal salat ini adalah satu rakaat. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut,

Salat malam dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika khawatir bangun kesubuhan, maka Witirlah dengan satu rakaat, sebagai penutup salat-salat sebelumnya. (HR. Bukhori dan Muslim)

Adapun jumlah maksimum rakaat witir, tidak ada dalil yang menjelaskan batasannya. Sehingga seorang bisa melakukan sholat witir dengan rakaat berapapun asalkan ditutup dengan rakaat yang ganjil.

Dalam Fatwa Lajnah Da-imah diterangkan, Jumlah minimal rakaat salat witir adalah satu rakaat. Tidak ada batasan jumlah maksimum rakaat witir. Jika berwitir dengan satu rakaat, tiga, lima, tujuh, sembilan, sebelas, tiga belas atau lebih dari itu, boleh. Dalam hal ini longgar. (Fatawa al-Lajnah ad-Da-imah 7/173)

Wallahualam bis showab.

 

 

 


Artikel ini telah tayang di www.inilahkoran.com dengan judul "Jumlah Minimal dan Maksimal Salat Witir"
 

Apa Reaksi Kamu?