Berikut Ini Komplikasi yang Bisa Muncul Karena Pneumonia
ilustrasi

Berikut Ini Komplikasi yang Bisa Muncul Karena Pneumonia

Kamis, 28 Mei 2020 | 11:37 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Pneumonia merupakan infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Biasanya, kondisi ini bisa diatasi dengan pengobatan pneumonia dan tidak menyebabkan komplikasi apa pun. Namun, dalam kondisi tertentu, pneumonia bisa mendatangkan komplikasi, bahkan mengancang jiwa. Apa saja komplikasi pneumonia yang mungkin muncul?

Komplikasi apa saja yang bisa muncul karena pneumonia?

Pneumonia atau radang paru-paru bisa menyebabkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit yang juga disebut paru-paru basah, antara lain:

1. Bakteremia

Salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri. Bakteri yang memasuki aliran darah dari paru-paru dapat menyebarkan infeksi ke organ lain. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kegagalan organ.

Bakteremia merupakan komplikasi serius dari pneumonia dan dapat menyebabkan syok septik, yaitu komplikasi yang berpotensi fatal.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, sekitar 1 dari 100 anak di bawah 5 tahun dengan infeksi ini berakhir meninggal dunia. Kemungkinan kematian akibat bakteremia pneumokokus lebih tinggi di antara pasien usia lanjut.

Anda perlu ke rumah sakit ketika mengalami gejala bakteremia berikut ini:

  • Demam mendadak
  • Kedinginan, dengan atau tanpa menggigil

Diagnosis dari bakteremia bisa ditentukan melalui tes darah.

Selama perawatan berlangsung, Anda harus tinggal di rumah sakit dan mendapatkan obat antibiotik melalui suntikan intravena. Sepsis berat dan syok septik dapat terjadi jika pengobatan tidak segera diberikan.

2. Abses paru-paru

Abses terjadi jika nanah terbentuk di rongga paru-paru. Abses paru-paru dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:

  • Akut, yaitu abses yang terjadi kurang dari enam minggu
  • Kronis, yaitu abses yang terjadi selama lebih dari enam minggu

Tanda dan gejala abses paru terdiri dari:

  • Demam dan menggigil
  • Batuk
  • Keringat malam
  • Dispnea (sesak napas)
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Anemia

Abses paru biasanya diobati dengan antibiotik. Terkadang, pembedahan atau drainase dengan jarum panjang atau tabung ditempatkan ke dalam abses untuk menghilang nanah.

3. Efusi pleura, empiema, dan pleuritis

Komplikasi yang menyakitkan atau bahkan berpotensi fatal ini dapat terjadi jika pneumonia tidak diobati.

Pleura adalah selaput yang terdiri dari dua lapisan jaringan besar dan tipis. Satu lapisan melingkari bagian luar paru-paru, sedangkan lapisan lainnya melapisi bagian dalam rongga dada.

Pleuritis atau radang selaput dada adalah ketika dua lapisan pleura menjadi iritasi dan meradang. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang tajam setiap kali Anda menghirup udara.

Ruang pleura adalah ruang yang sangat tipis di antara kedua pleura. Efusi pleura adalah penumpukan cairan di ruang pleura.

Jika cairan tersebut terinfeksi, kondisi itu disebut dengan empiema. Tanda dan gejala dari kondisi ini adalah:

  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika Anda bernapas, batuk, atau bersin
  • Napas pendek, karena Anda berusaha mengurangi menghirup dan mengembuskan udara
  • Batuk (hanya terjadi pada beberapa kasus)
  • Demam (hanya terjadi pada beberapa kasus)

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami nyeri dada parah yang tidak bisa dijelaskan saat bernapas.

Jika Anda mengalami komplikasi akibat pneumonia ini, Anda mungkin perlu mengeluarkan cairan melalui tabung di dada atau diangkat melalui operasi.

Selain itu, Anda mungkin akan diberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Biasanya, pleuritis diobati dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya). Terkadang, dokter mungkin meresepkan obat steroid.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...