Berikut Keterangan Jakmania Terkait Pemukulan Anak Menpora
ilustrasi

Berikut Keterangan Jakmania Terkait Pemukulan Anak Menpora

Senin, 2 Jul 2018 | 06:52 | Rusmanto

WinNetNews.com - Jakmania menyesalkan insiden pemukulan anak Menpora Imam Nahrawi saat laga Persija Vs Persebaya di Stadion PTIK, Jakarta Selatan. Insiden itu menjadi bahan evaluasi Jakmania.

"Intinya kami dari pihak Jakmania menyesalkan kejadian seperti itu, kejadian bahwa situasi memanas lalu situasi jadi nggak asyik lalu ada hal yang kurang berkenan bagi banyak orang," ujar Sekjen Jakmania Dicky Soemarno, Minggu (1/7/2018).

Dicky menyadari situasi saat itu sempat memanas. Pihaknya menjadikan hal tersebut sebagai baham evaluasi agar tidak terjadi kejadian serupa di masa yang akan datang.

"Kami melihat ini sebagai bahan evaluasi kami nanti. Bahwa memang ya situasinya seperti itu sempat memanas," ucapnya.

Menurut Dicky yang saat itu juga ada di tribun tersebut, kericuhan dipicu adanya provokasi dari suporter Persebaya yang saat itu duduk di sebelah kanan. Jakmania terpancing ketika suporter Persebaya bersorak saat tim favoritnya mencetak gol ke gawang Persija.

"Pemicunya memang ada provokasi, tapi bukan dari tempat pihaknya anak Menpora. Ada provokasi dari sebelah kanan tribun yang memang ketika Persebaya gol berdiri angkat-angkat syal seolah menantang sehingga situasi jadi panas," paparnya.

Dicky menyampaikan bahwa anak Nahrawi bukan pemicunya. 

"Ya karena situasi memanas semuanya, karena provokasi dari pihak lain, bukan pihak anaknya Menpora, tapi pihak lain yang mengenakan atribut Persebaya situasi jadi panas," katanya lagi.

Melihat hal itu, Ketua Jakmania Fery Indrasjaruf kemudian bereaksi. Dalam video yang diunggah akun Instagram @officialarekbonekpersebaya memperlihatkan Ferry mengusir putra Nahrawi dan rombongan lain dengan kalimat yang keras. Dia meminta agar putra Menpora dan beberapa orang untuk segera turun dari tribun.

Dicky mengungkap alasan Fery melakukan hal itu agar situasi tidak semakin memanas. "Justru biar lebih aman, (Fery) mengamankan sebetulnya," ucapnya.

Di sisi lain, tidak ada yang tahu juga bahwa sosok yang diusir kemudian dipukul itu adalah anak Nahrawi. "Ya nggak ada yang tahu. Kalau Kemenpora kan seharusnya duduk di tempat kehormatan di VIP," lanjutnya.

Perihal tempat duduk yang berdekatan dengan suporter Persebaya, Dicky tidak mau berkomentar lebih jauh karena bukan kewenangannya.

"Kita nggak ngatur tempat duduk. Jakmania hanya duduk thok, nonton, udah. Yang atur tempat duduk itu Panpel (panitia pelaksana)," tuturnya. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...