Berikut Peningkatan Harta Patrialis Sejak 2001
istimewa

Berikut Peningkatan Harta Patrialis Sejak 2001

Jumat, 27 Jan 2017 | 15:55 | Rusmanto

WinNetNews.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar ditetapkan tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap, Jumat (27/1/2017).

Patrialis diduga menerima suap senilai USD 20 ribu dan SGD 200 ribu (dalam bentuk voucher). Mantan Politikus PAN itu menerima suap terkait penanganan uji materi Undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK. Ia pun sudah ditahan KPK setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Lalu, berapakah harta yang dimiliki Patrialis Akbar. Berdasarkan penelusuran ke laman acch.kpk.go.id Patrialis yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu melaporkan hartanya sebanyak tiga kali.

Patrialis pertama kali melapor kekayaan pada 1 Mei 2001 saat menjadi anggota Komisi III DPR. Jumlah kekayaan yang dilaporkan yakni Rp 1,243 miliar dan USD 3000. Pada laporan berikutnya 22 Oktober 2009 hartanya meningkat senilai Rp 5,98 miliar dan USD 3 ribu.

Sedangkan saat menjabat hakim MK, Patrialis melapor kekayaan pada 20 Februadi 2012 dan 6 November 2013.

Pada 2012, harta yang dilaporkan Patrialis Rp 10,48 miliar dan USD 5000. Sedangkan pada 2013 hartanya melonjak naik menjadi Rp 14,93 miliar dan USD 5000. Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan Rp 13, 7 miliar di Jakarta Timur, Jakarta Pusat Bekasi Jawa Barat dan Padang, Sumatera Barat.

Dalam kasus ini KPK menetapkan Patrialis dan rekannya Kamaludin sebagai tersangka penerima suap dari , Basuki dan sekretarisnya, NG Fenny. Patrialis diduga menerima USD 20 ribu dan SGD 200 ribu terkait uji materi UU tersebut.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...