Berikut Penyakit Infeksi Menular yang Berbahaya di Indonesia

Rusmanto
Rusmanto

Berikut Penyakit Infeksi Menular yang Berbahaya di Indonesia ilustrasi

Winnetnews.com - Infeksi menular mematikan bukan penyakit yang bisa dianggap enteng. Namun, sering kali, infeksi dianggap remeh oleh penderitanya. Padahal, infeksi tidak selalu penyakit yang ringan dan mudah disembuhkan. Bahkan, di Indonesia, ada beberapa jenis penyakit menular mematikan yang disebabkan oleh infeksi. Apa saja?

Jangan sepelekan penyakit infeksi

Infeksi pada seseorang terjadi saat organisme asing masuk ke dalam tubuh dan membuat kerusakan. Organisme asing ini memanfaatkan tubuh manusia untuk bertahan hidup, bereproduksi, dan berkoloni.

Contoh dari organisme asing yang disebut patogen ini adalah bakteri, virus, jamur, dan prion. Patogen dapat berkembang biak dan beradaptasi dengan sangat cepat di dalam tubuh.

Beberapa infeksi tergolong ringan dan tidak mudah dikenali, tapi beberapa infeksi lainnya cukup serius dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan, ada beberapa jenis infeksi yang sulit untuk disembuhkan.

Infeksi-infeksi ini dapat ditularkan kepada orang lain melalui berbagai cara. Penularan yang paling sering terjadi biasanya disebabkan oleh kontak fisik, bercampurnya cairan tubuh, terjadi kontak dengan kotoran penderita, udara, hingga melalui benda yang sebelumnya telah disentuh oleh penderita infeksi.

Memang, tubuh sudah dibekali sistem imun yang mampu melawan berbagai organisme asing tersebut. Namun, jika penyebab infeksinya, entah itu virus atau bakteri, terlampau banyak jumlahnya, sistem imun akan kewalahan dan akhirnya menimbulkan penyakit infeksi.

4 infeksi menular mematikan di Indonesia

Ada beberapa infeksi menular mematikan yang tersebar di Indonesia. Dari tahun ke tahun, infeksi ini memiliki jumlah penderita yang tidak sedikit.

1. Tuberculosis (TBC)

Tuberculosis adalah penyakit menular mematikan yang disebabkan oleh bakteri Myocabacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar melalui udara, sehingga saat Anda menghirup udara yang sama dengan penderita TBC, kemungkinan Anda terjangkit bakteri ini akan lebih besar. Infeksi yang disebabkan bakteri ini  bisa disembuhkan meski prosesnya tidak mudah. Kondisi dari TBC dibedakan menjadi dua kelompok:

TB Laten

Bakteri ini akan menginfeksi tubuh Anda, namun ia akan menetap di dalam tubuh sebagai bakteri yang tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala apapun.

TB Aktif

Pada kondisi ini, infeksi sudah menimbulkan berbagai gejala dan dapat menular ke orang lain. Bakteri aktif ini dapat menimbulkan gejala seperti batuk dan demam lebih dari 3 minggu, penurunan berat badan, sesak napas, nyeri dada, dan keringat malam. Jika tidak diobati dapat menimbulkan batuk darah hingga kematian.

Di Indonesia, kasus baru yang disebabkan bakteri TB bertambah sebanyak 420.994 pada tahun 2017. Bahkan menurut WHO, ada 300 orang yang meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

Jumlah laki-laki yang menderita penyakit ini 1,4 kali lebih besar dibandingkan perempuan. Menurut Kementerian Kesehatan RI, penyebabnya karena jumlah laki-laki sebagai perokok aktif lebih besar dibanding wanita. Selain itu, laki-laki cenderung tidak mengonsumsi obat secara rutin dibandingkan wanita.

Bakteri TB dapat diatasi dengan vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG), yaitu vaksin yang biasanya diberikan kepada bayi dan anak-anak. Namun, jika Anda merasa sudah terjangkit bakteri TB, Anda dapat memulai perawatan yang disebut kemoprofilaksis, yaitu terapi pengobatan yang dilakukan untuk mencegah perkembangan penyakit menular mematikan ini.

Semakin lama dibiarkan begitu saja, semakin susah penyakit ini untuk diobati. Semakin susah penyakit ini diobati, semakin serius kondisi penderita. Jika sudah seperti ini, kemungkinan penyakit ini menyebabkan kematian akan semakin tinggi.

Apa Reaksi Kamu?