Berita Ahok vs Risma dinilai berlebih oleh Dewan Pers

Berita Ahok vs Risma dinilai berlebih oleh Dewan Pers

Jumat, 12 Agt 2016 | 17:39 | Rike
WinNetNews.com- Menurut Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, pemberitaan media tentang Ahok vs Risma kini sudah berlebihan.

"DKI 1 ini memang panas karena ibukota memang di DKI, tapi di luar itu menurut saya wartawan, kita semua, terperangkap kepada berita wicara sehingga kurang mendapatkan kekayaan, pengetahuan mengenai program dari orang-orang yang akan menjadi DKI 1," jelas dia."Kita tidak mendapatkan gambaran, tapi kita mendapatkan news dari cara berita wicara, orang-orang bicara tentang apa, umpatan-umpatan apa yang muncul itu kemudian mendapatkan liputan dan itu menurut saya berlebihan,"tambahnya.Menurutnya media harusnya fokus kembali pada program, kepada kebutuhan Jakarta, dan justru bertanya kepada kelompok-kelompok guna mengetahui pemimpin seperti apa yang mereka butuhkan.

Yosep melihat kemungkinan terdapatnya kepentingan media dibalik pemberitaan itu. Karena hal ini mendapat perhatian dari masyarakat, dan masyarakat larut dalam situasi ini, sehingga kemudian media mau tidak mau fokuskan diri pada pemberitaan seperti itu."Akan tetapi, di luar itu, ada kemungkinan partai-partai dan para calon ini bekerja sama dengan media untuk mengatur pemberitaan seperti itu. Kalau menurut saya silahkan saja selama itu media cetak tidak menggunakan frekuensi publik," terang dia.

"Tapi taati kode etik jurnalistik, bedakan juga mana wilayah redaksi mana wilayah iklan, jangan sampai kemudian para calon ini memberi uang kepada media dan membuat liputan, membuat profil, dan seterusnya secara berlebihan karena itu melanggar prinsip filantropi," tandasnya.


TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...