Berkunjung Ke Papua, Dubes AS Menolak Diwawancara

Berkunjung Ke Papua, Dubes AS Menolak Diwawancara

Sabtu, 23 Jan 2016 | 19:35 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Ketua Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) Papua, Septer Manufandu mengatakan bahwa kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake karena punya kepentingan.

"Dan kunjungan rutin Dubes AS untuk mengecek beberapa hal, karena bagi saya sendiri melihat bahwa Papua ini menjadi penting bagi Pemerintah Amerika Serikat karena mereka punya kepentingan di Indonesia," ujar Septer, Selasa (19/1) malam usai mengikuti pertemuan tertutup dengan Dubes AS Robert O Blake di Restauran Yougwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Hadir pula Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey, Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) Neles Tebay dan Koordinator Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Papua Yuliana Languwuyo. Pertemuan itu tertutup bagi media massa, Dubes AS Robert O Blake pun tidak bersedia diwawancara.

 

Dikatakannya, kepentingan Pemerintah Amerika Serikat di provinsi paling timur Indonesia itu diantaranya keberadaan PT Freeport di Kabupaten Mimika. "Kepentingan di Indonesia itu, terutama ada investasi Freeport di situ, dan juga ada kesepakatan-kesepakatan internasional yang juga Indonesia terlibat sehingga mereka (Dubes AS) ingin melihat ke Papua," katanya.

Kesepakatan-kesepakatan internasional itu, kata dia, misalnya soal perubahan iklim dunia. "Katakanlah kesepakatan internasional yang seperti terjadi di Paris, Prancis, yakni konferensi perubahan iklim dimana disepakati oleh negara-negara, bahwa adat akan memerangi secara bersama-sama terhadap perubahan iklim," katanya.

Dimana perubahan iklim itu, salah satu cara adalah mengurangi penebangan hutan secara masif di Papua. "Inilah yang kemudian mereka (Dubes AS) ingin cek kepada pemerintah dan juga kepada masyarakat sipil sebagai pihak-pihak yang melakukan pemantauan atau pihak yang ikut terlibat dalam melakukan penanganan perubahan iklim di Papua," ujarnya.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...