Berpeluang Kerek Rasio Kredit Macet, Perlambatan Ekonomi

Muchdi
Muchdi

Berpeluang Kerek Rasio Kredit Macet, Perlambatan Ekonomi
WinNetNews.com - Rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) pada tahun depan meningkat menjadi 2,8 persen hal ini diperkirakan oleh Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan .

Hal tersebut merupakan dampak perlambatan ekonomi tahun 2015 ini. Fauzi dijumpai usai Rapat FKSSK, di Jakarta, Senin (12/10/2015), mengatakan "Biasanya dampak dari perlambatan ekonomi, harga komoditas, kredit bank makan waktu, dari lancar ke tidak lancar makan waktu,"

Pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diperkirakan hanya mampu di level 4,9 persen. Kendati pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun ini, Fauzi mengatakan dampak perlambatan ekonomi 2015 akan terasa sampai 2016, khususnya di kinerja kredit.

Fauzi menuturkan, tahun ini diproyeksikan penyaluran kredit perbankan tumbuh 11,8 persen, sementara tahun depan tumbuh 13,8 persen. Adapun NPL kredit tahun ini ditaksir di level 2,6 persen.

"Akhir tahun ini NPL bisa 2,7 persen, dan tahun depan 2,8 persen. Naik sedikit tahun depan lah," tutur Fauzi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto menyampaikan, otoritas moneter berharap paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat mendorong pertumbuhan kredit sampai 12 persen. "Kalau bisa 13 persen, bagus," kata Erwin.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});