Berpuisi Saat Sidang Berlangsung, Taufik Ismail : Perang ini harus kita menangkan
sumber foto : istimewa

Berpuisi Saat Sidang Berlangsung, Taufik Ismail : Perang ini harus kita menangkan

Selasa, 24 Jan 2017 | 23:17 | Oky

Winnetnews.com - Sastrawan Indonesia, Taufik Ismail ikut menghadiri sidang Ahok atas dugaan kasus penistaan agama di Kementrian pertanian, Jakarta Selatan. Salah satu pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu pun mempertanyakan mengapa ahok tidak ditahan meski sudah berstatus terdakwa.

Sastrawan angkatan tahun 66 itu sempat membaca dua buah puisi di tengah-tengah massa GNPF-MUI yang terus menyerukan agar Ahok dipenjarakan. Taufik turut hadir sambil mengenakan baju Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi).

Dalam puisinya itu, Taufik seolah sedang menggambarkan kondisi keadilan yang ada saat ini, yang mana orang-orang yang kerap melakukan penyogokan dibiarkan berkeliaran begitu saja.

"Hari ini berkeliaran pemberi sogokan-sogokan, laknat bagi mereka yang memberi sogokan," ujarnya ketika membaca puisi di atas mobil komando GNPF-MUI, depan Gedung Kementan, Jaksel, Selasa (24/1/2017).

Dalam puisinya itu, Taufiq juga memprotes atas ketidakadilan hukum. Dia mempersoalkan status tersangka Ahok yang masih dibiarkan berkeliaran begitu saja di luar ruang tahanan.

Salah satu pendiri DKJ itu mempertanyakan, kenapa Ahok tak pernah ditahan. Padahal selama ini, tersangka-tersangka atas kasus penistaan agama selalu ditahan polisi.

"Wahai pemegang kekuasan, kenapa penista Alquran tak ditahan?" kata Taufik dengan suara yang bergetar.

Pemikiran dan perasannya yang seolah sudah muak dengan penista agama itu dituangkannya dalam puisinya. Dalam puisinya itu pun, tertuang bagaimana perjuangan umat Islam menuntut penista agama untuk dipenjarakan itu seolah harus dimenangkan.

"Perang ini harus kita menangkan," imbuh Taufik.

Usai membacakan puisinya, Taufiq melipat kertas-kertas puisi dan memasukkannya ke dalam kantong. Dia pun langsung bergegas turun dari mobil komando. Ratusan massa GNPF-MUI pun berteriak dan mengucapkan yel-yel yang menginginkan agar Ahok ditangkap dan dipenjarakan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...