Bersama Australia dan China, MH370 Akan Dicari Jejaknya

Bersama Australia dan China, MH370 Akan Dicari Jejaknya

WinNetNews.com - Pemerintah Australia, Malaysia dan China, 3 negara yang mayoritas penumpangnya berada di maskapai Malaysia Airlines MH370 sepakat bahwa pencarian di Tanzania akan dilakukan sekitar bulan Desember. Pencarian itu terkait dengan penemuan bagian sayap pesawat yang diduga kuat sebagai bagian dari MH370 di negara tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (2/8/2016), Otoritas resmi Australia yang melakukan investigasi terhadap puing yang ditemukan di Tanzania itu berharap penemuan sayap tersebut dapat menjadi titik terang penyebab jatuhnya MH370.

Jika dipastikan, maka puing sayap pesawat itu akan menjadi puing kedua yang dipastikan dari MH370. Sejauh ini, penyidik baru memastikan satu puing MH370 yakni sebuah flaperon yang ditemukan di Pulau Reunion, pulau kecil milik Prancis di Samudera Hindia, pada Juli 2015 lalu.

Beberapa puing lainnya ditemukan di sejumlah lokasi, seperti Mozambik, Afrika Selatan dan Pulau Rodrigues yang merupakan bagian wilayah Mauritius. Puing-puing itu hampir pasti dinyatakan sebagai bagian dari MH370.

Pencarian pesawat jenis Boeing 777 itu telah berlangsung selama lebih dari 2 tahun dengan difokuskan pada perairan terpencil di Samudera Hindia bagian selatan. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan puing utama MH370 yang ditemukan.