Skip to main content

Berusia 17 Tahun, Melati Jadi Korban Perdagangan Manusia

Pelaku yang diduga menjual anak sebagai PSK (baju biru) dan korban (baju hitam)/Dokumentasi Polsekta Samarinda Ilir
Pelaku yang diduga menjual anak sebagai PSK (baju biru) dan korban (baju hitam)/Dokumentasi Polsekta Samarinda Ilir

WinNetNews.com - Kasus perdagangan manusia yang menyasar kepada anak-anak, kembali terjadi. Pelakunya adalah dua wanita penghibur di kawasan Kutai Timur. Kini kedua pelaku itu telah diamankan oleh Satreskrim Polsekta Samarinda Ilir.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan orangtua korban yang mengaku telah kehilangan anaknya sejak bulan April silam. Sebut saja korban bernama Melati. Mendapati laporan tersebut, kepolisian langsung melakukan penyelidikan, dan diketahui korban sudah tidak berada di Samarinda.

"Ternyata korban berada di daerah Batu Timbau, Kutim, di salah satu tempat karaoke di sana, korban dipekerjakan di sana," ungkap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/05/2017).

"Selain melayani tamu yang karaoke, korban juga dipekerjakan melayani tamu yang ingin berhubungan badan," tambahnya.

Dua pelaku yang membawa korban untuk bekerja di Kutim yang diamankan, diantaranya berinisial RS (28) warga jalan Gunung Lingai, Samarinda Utara dan N (28) warga jalan Batu Timbau, Kutim.

"Korban diajak oleh R dan korban juga tahu akan dipekerjakan. Saat itu keduanya pertama kali bertemu di salah satu cafe jalan Muso Salim, setelah itu R menyerahkan korban kepada N sesampainya di Kutim," ucap Purwanto.

Selama bekerja, Melati (bukan nama sebenarnya-red) gadis yang masih berusia 17 tahun itu di bayar Rp.10 ribu per botol minuman keras yang dipesan oleh pelanggan, sedangkan tarif kencan, tergantung kesepakatan antara korban dengan tamu.

"Walaupun korban mengetahui akan dipekerjakan, tapi karena korban masih anak dibawah umur, tetap hal itu melanggar," tegasnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top