(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Besarnya Pengaruh Teman Sebaya Dalam Pembentukan Karakter Anak Remaja

Oky
Oky

Besarnya Pengaruh Teman Sebaya Dalam Pembentukan Karakter Anak Remaja Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Di usia remaja, anak banyak menghabiskan waktu di luar rumah dibandingkan di dalam rumah, sehingga teman sebaya berpengaruh dominan terhadap perilaku agresif remaja. Seakan para remaja lebih mendengarkan perkataan teman sebaya, sehingga terkadang menimbulkan perilaku menyimpang dari ajaran moral. Lalu, bagaimana para remaja untuk mencegah dari adanya pengaruh teman sebaya yang negatif?

Menurut para ahli (Erickson) masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Remaja pada umunya mengalami pencarian jati diri atau keutuhan diri itu sebagai suatu masalah utama karena adanya perubahan-perubahan sosial, fisiologi dan psikologis di dalam diri. Dalam proses menemukan jati diri tersebut, para remaja lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Tentu saja, teman sebaya lah yang menjadi pendukung dalam menemukan jati diri dan pembentukan karakter dari seorang remaja. Pada masa remaja hubungan dengan teman sebaya meningkat secara drastis, dan pada saat yang bersamaan kedekatan hubungan remaja dengan orang tua menurun secara drastis. Padahal keluarga merupakan salah satu konteks sosial yang penting bagi perkembangan individu. Menurut Gerungan,kenakalan remaja muncul akibat terjadinya interaksi sosial diantara individu sosial dengan kelompok sebaya.

Nadin Amizah, penyanyi remaja 18 tahun yang memiliki tembang lagu “Rumpang” membagikan pengalamannya mengenai besarnya pengaruh teman sebaya.

"Menurutku, teman sebaya memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter para remaja. Selama ini aku selalu mendapat pengaruh yang luar biasa dari teman-teman sebayaku, mereka terus memancarkan energy untuk turut investasi emosi saat aku sedang dalam masa kesulitan. Namun, tentu saja aku pernah melihat anak remaja yang terpengaruh dalam pengaruh negatif teman sebaya. Menurutku, faktor-faktor yang mungkin memudahkan sesuatu yang negatif mempengaruhi mereka adalah karena mereka berada didalam suatu kelompok yang salah. Burung yang sama terbang berkelompok, tidak mungkin mereka tidak ada dalam satu kelompok atau bahkan bertahan lama untuk sampai bisa terpengaruh”. ungkap Nadin.

Simanjuntak, penulis buku berjudul “Latar Pergaulan Bebas” memberikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh negatif, yaitu  dengan membangkitkan kesadaran kepada yang bersangkutan bahwa apa yang akan atau telah ia lakukan adalah menyimpang, memutuskan rantai yang menghubungkan antara individu dengan lingkungan  yang menyebabkan anak remaja berperilaku menyimpang, melakukan pengawasan melekat sebagai control secara terus-menerus agar terhindar dari perilaku yang menyimpang, melakukan kegiatan konseling atau pemberian nasihat secara persuasif, dan yang tidak kalah penting melibatkan remaja dalam kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan yang di anut sebagai salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuka pikiran remaja mengenai apa yang baik dan apa yang buruk.

Jadi, jika para remaja berani dan pintar untuk mengambil keputusan dengan baik dari adanya pengaruh teman sebaya, maka remaja akan tumbuh menjadi remaja yang memiliki karakteristik yang baik dan tumbuh menjadi calon generasi bangsa yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

 

Ditulis oleh Nadya Soraya

Mahasiswi London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});