(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Besarnya Penyelewengan kartu kredit

Muchdi
Muchdi

Besarnya Penyelewengan kartu kredit

 JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan, nilai kerugian penyalahgunaan kartu kredit mencapai Rp 17 miliar, atau meningkat 88,88% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014.Hal yang sama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam bertransaksi kartu kredit.

Angka tersebut sekaligus menyumbang porsi hingga 77,68% terhadap total keseluruhan kasus pada transaksi e-banking. Sementara penyalahgunaan pada mesin ATM tercatat membukukan porsi sebanyak 22,13%

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK, Irwan Lubis mengatakan, meski penyalahgunaan e-banking membukukan kenaikan, namun kasus pada ATM, sms mobile banking serta e-commerce tercatat menurun.

Pada semester I 2015, nilai kerugian transaksi ATM turun menjadi Rp 2 miliar. Sedangkan untuk kerugian transaksi SMS mobile banking dan e-commerce susut menjadi Rp 300 juta.

OJK mencatat, beberapa modus penyalahgunaan transaksi e-banking menggunakan media kartu, password, token, dan identitas nasabah. Oleh karena itu, Irwan mengingatkan, masyarakat agar lebih berhati-hati menyimpan kartu dan password yang digunakan dalam bertransaksi.

Irwan juga mendorong perbankan agar melakukan kerjasama dengan bank lain untuk penanganan masalah penyalahgunaan elektronikbanking. "Jangan sampai kelemahan keamanan bank dimanfaatkan pihak lain," terang Irwan, Senin (14/9).

OJK pun meminta perbankan lebih aktif mengawasi dan menetapkan sanksi dalam proses pengawasan, terutama terhadap sistem teknologi informasi (IT) bank. Wasit sektor keuangan tersebut juga meminta industri perbankan melakukan review terhadap kinerja bidang manajemen risiko terkait pengawasan e-banking.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk kartu kredit dengan logo visa dan master card yang beroperasi secara global, nilai penyalahgunaannya relatif kecil.

Untuk mengantisipasi agar e-banking tak disalahgunakan, Bank Mandiri meminta nasabah berhati-hati menggunakan password. Budi juga menyarankan agar nasabah memperhatikan benar-benar prinsip keamanan bertransksi. “Selain itu fitur antivirus harus dijaga agar selalu berjalan,” ujar Budi.

Jika nanti nasabah merasa dirugikan terhadap penyalahgunaan e-banking, Budi mengatakan, nasabah bisa datang ke kantor cabang Bank Mandiri terdekat atau menelepon customer service.

Jika muncul kasus penyalahgunaan dan terbukti bahwa pihak bank yang melakukan kekeliruan dan hal tersebut bisa dibuktikan, maka uang kerugian akan diganti 100%. Namun jangan harap nasabah bisa memperoleh uang ganti rugi, jika dalam kasus itu, dia sendiri yang melakukan kesalahan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});