(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

BI : 320 Perusahaan Dipinta segera Patuhi Aturan "Hedging"

Muchdi
Muchdi

BI : 320 Perusahaan Dipinta  segera Patuhi Aturan "Hedging"

WinNetNews.com - Bank sentral Indonesia, meminta perusahaan-perusahaan tersebut segera mematuhi ketentuan BI, di antaranya masih ada 320 perusahaan yang belum memenuhi ketentuan lindung nilai atau hedging dalam pinjaman luar negerinya, Hal ini di ungkapkan oleh Bank Indonesia (BI) .

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Kantor BI, Jakarta, lansir Kompas, Jumat (16/10/2015), Mengatakan "Sekitar 400 perusahaan itu memang perlu memenuhi kewajibanhedging, kurang lebih 20 persen sudah berhasil memenuhi kebutuhan kewajiban minimun, dan masih ada kira-kira 320 perusahaaan yang belum memenuhi kewajiban minimum hedging,"

Dunia internasional, ucap Agus, menyoroti korporasi di negara-negara berkembang lantaran banyak memperoleh dana kredit murah yang berisiko memunculkan kredit bermasalah. Di Indonesia, kata dia, sudah ada 1.600 perusahaan yang memiliki utang luar negeri dan mesti hati-hati terhadap kemunculan kredit bermasalah.

"Dari 1.600 perusahaan 74,8 persen sudah patuh dengan kewajiban minimum melakukan hedging. Dan itu yang paling banyak karena aktiva dalam valuta asingnya lebih banyak dari pasiva dalam valasnya. Jadi yang 74,8 persennya itu kan mereka l sudah memenuhi persyaratan," kata Agus.

Menurut dia, dalam pertemuan IMF, Bank Dunia, dan negara G20 di Peru beberapa waktu lalu, banyak negara berkembang yang ingin mendalami dan ingin memahami bagaimana bisa mengeluarkan aturan terkait kebiasaan perusahaan tersebut.

Hal itu sebagai respons kekhawatiran bila dunia usaha melakukan ULN secara terlalu agresif dan akhirnya membahayakan perusahannya serta membahayakan keuangan nasional.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});