BI Akan Adopsi Suku Bunga Kebijakan Baru Sabagai Langkah Percepatan Transmisi Kebijakan Moneter Bank Sentral

BI Akan Adopsi Suku Bunga Kebijakan Baru Sabagai Langkah Percepatan Transmisi Kebijakan Moneter Bank Sentral

WinNetNews.com - Bank Indonesia mulai 19 Agustus 2016 mendatang akan mengadopsi suku bunga kebijakan baru sebagai usaha untuk mempercepat transmisi kebijakan moneter bank sentral ke perekonomian.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo berbicara lewat video conference dari Washington DC, hari Jumat menegaskan kebijakan baru ini tidak mengubah sikap (stance) kebijakan moneter yang sedang diterapkan.

"Tidak ada penurunan suku bunga kebijakan," deputi senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menimpali di Jakarta.

Dalam reformulasi ini, Bank Indonesia akan menggunakan suatu suku bunga kebijakan yang disebut BI 7-Day (Reverse) Repo Rate, yang akan didukung oleh transaksi repo antara Bank Indonesia dengan bank-bank komersial di Indonesia dengan tenor satu minggu hari kerja. Hal ini berbeda dengan BI Rate yang digunakan saat ini‎ yang tidak didukung oleh transaksi riil antara Bank Indonesia dengan perbankan sehingga dampak dari perubahan pada BI rate tidak dengan cepat diikuti oleh perubahan suku bunga di sistem perbankan. Hal inilah yang selama ini dikeluhkan oleh Bank Indonesia setelah pengaruh dari penurunan BI rate sebesar total 75 basis point selama kwartal pertama tidak diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan.

Di samping itu, alasan untuk meninggalkan BI rate adalah karena saat ini tingkat BI rate sebesar 6.75% itu sama dengan tingkat bunga operasi moneter 12 bulan, sangat jauh dari tingkat suku bunga overnight yang berada pada level sekitar 4.8%-4.9% saat ini. Padahal pada awal BI Rate diperkenalkan pada bulan Juli 2005, levelnya sesuai dengan tingkat suku bunga overnight. Namun semenjak 2011, BI rate semakin jauh naik dari suku bunga overnight karena derasnya pemasukan dana dari luar negeri menekan suku bunga antar bank di Indonesia. Namun pada saat yang sama BI musti menaikkan BI rate karena tekanan inflasi yang makin kuat akibat dari kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.

 

ims