BI Masih Lihat Ada Pelonggaran Kebijakan Moneter

BI Masih Lihat Ada Pelonggaran Kebijakan Moneter

Rabu, 27 Jan 2016 | 17:13 | Muchdi

WinNetNews.com - Bank Indonesia (BI) telah melakukan serangkaian pelonggaran kebijakan moneter. Selain menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate, BI sebelumnya juga sudah menurunkan besaran Giro Wajib Minimum (GWM) guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca JUga: Menteri Keuangan: Sawit Dapat Jadikan RI Negara Maju

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menjelaskan, bank sentral masih melihat adanya ruang untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Pelonggaran tersebut dapat berupa berbagai bentuk, baik kembali menurunkan GWM maupun suku bunga.

"Bisa dalam bentuk berbagai instrumen, baik GWM atau policy rate. Ini bisa kami lakukan setelah kami lakukan kajian indikator ekonomi pada saat nanti RDG (Rapat Dewan Gubernur) pada 18 Februari 2016, kami lihat ada ruang pelonggaran," kata Agus, Rabu (27/1/2016).

 

Meskipun demikian, bank sentral perlu memperhatikan beberapa kondisi sebelum akhirnya melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Agus menjelaskan, BI memperhatikan kondisi perekonomian global maupun kondisi perekonomian domestik terkini.

"Kondisi global perlu kami perhatikan. Banyak yang katakan tekanan harga minyak menekan harga komoditas. Ekonomi Chna masih akan ada koreksi," terang Agus.

RDG BI pada 14 Januari 2016 lalu memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin dari 7,5 persen menjadi 7,25 persen. Adapun suku bunga Deposit Facility berada pada posisi 5,25 persen dan Lending Facility 7,75 persen.

 

"Keputusan ini sejalan dengan pernyataan BI sebelumnya bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka terjaganya stabilitas makroekonomi serta mempertimbangkan meredanya kepastian pasar keuangan global Fed Fund Rate," jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

sumber dari kompas, Jakarta

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...