Skip to main content

BI Menilai Dua Penyebab Penyaluran Kredit Lesu

BI Menilai Dua Penyebab Penyaluran Kredit Lesu
BI Menilai Dua Penyebab Penyaluran Kredit Lesu

WinNetNews.com-Bank Indonesia (BI) menyebut ingin terus mendorong agar pertumbuhan kredit perbankan lebih tinggi.Karena sampai bulan September 2016, pertumbuhan kredit tetap berada di bawah 7 persen.

Menurut Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, bank sentral telah mengambil langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan kredit.

Salah satu langkahnya yaitu dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 1,5 persen selama tahun 2016. Bank sentral juga sudah mengendorkan likuiditas untuk memastikan perbankan memiliki likuiditas yang cukup untuk menyalurkan kredit.

Perry menyampaikan, BI juga sudah melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial supaya pertumbuhan kredit bisa terjadi. Tapi, Perry memandang terdapat dua hal yang jadi faktor melambatnya pertumbuhan kredit. Yang pertama menurutnya, adalah kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan.

"Karena ada kenaikan NPL maka bank menaikkan cadangan untuk kredit macet. Makanya suku bunga kredit baru turun 60 basis poin padahal kami sudah menurunkan suku bunga kebijakan 1,5 persen. Cost of fund sudah turun, cuma suku bunga kredit belum turun karena bank menaikkan cadangan," terang Perry di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Sementara faktor kedua menurut Perry yaitu utilisasi kapasitas sektor swasta masih berada pada level 76 persen.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top