(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

BI Rate Turun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Muchdi
Muchdi

BI Rate Turun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

WinNetNews.com - Laju inflasi di November 2015 mencapai 0,21%. Secara kumulatif, Januari-Agustus 2015, laju inflasi adalah 2,37%. Sedangan inflasi tahunan (year on year) adalah 4,89%, hal tersebut di laporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Untuk komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,16% dan inflasi inti sebesar 4,77%‎. Melihat kondisi inflasi yang semakin membaik, perlukan Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunganya atau BI rate?

Angka inflasi yang rendah bisa menjadi acuan BI untuk menyesuaikan kebijakan moneternya dengan menurunkan BI rate. Sebab, tingkat suku bunga yang rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, ujar Direktur Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo.

Sasmito Hadi Wibowo, saat konferensi pers di Gedung BPS, mengatakan "‎Inflasi inti itu sebetulnya sebagian besar dibentuk oleh inflasi inti dari 859 hampir 600 lebih untuk komponen inflasi inti. BI harus memperhatikan inflasi dan faktor-faktor lain. Inflasi yang rendah bisa untuk membuka ruang BI soal kebijakan moneternya, kita lihat harapan pengusaha, jika BI menurunkan BI rate sehingga bisa mendorong pertumbuhan‎."

Namun, di sisi lain, Sasmito mengatakan ada hal yang juga harus di kawal yaitu soal nilai tukar rupiah. Kebijakan penurunan suku bunga jangan sampai menekan rupiah jatuh lebih dalam.

‎"Pemerintah nggak bisa melakukan intervensi apalagi BPS. Tapi BI lihat dampak ke rupiah jangan sampai melemah," sebut dia.

disadur dari detik finance

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});