BI Rate Turun ke 6,75%

BI Rate Turun ke 6,75%

Rabu, 23 Mar 2016 | 15:13 | Rusmanto
WinNetNews.com - Kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi 6,75% dianggap sebagai keputusan yang sangat tepat. Ini bertujuan untuk menahan derasnya arus modal yang masuk ke Indonesia.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai dana yang masuk ke pasar keuangan sekarang kecenderungan adalah uang panas atau hot money . Di mana besar peluangnya untuk tiba-tiba saja keluar dari Indonesia saat ada gejolak.

"Kalau BI tingkat bunganya terlalu tinggi, akibatnya inflow -nya terlalu banyak, yang terjadi adalah uang panas. Hot money ," terangnya dalam seminar ekonomi di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Dengan suku bunga yang rendah, maka imbal hasil yang diterima investor saat masuk ke pasar keuangan juga tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan negara-negara kawasan. Sehingga investor tidak terburu-buru masuk ke Indonesia.

Diketahui, penurunan suku bunga oleh BI memang terjadi tiap bulan sejak Januari 2016 dengan masing-masing 25 basis poin. Selain menjaga nilai tukar rupiah, langkah tersebut juga mendorong penurunan bunga kredit oleh perbankan.

Chatib menambahkan, mengalirnya arus modal asing ke Indonesia dikarenakan penerapan kebijakan suku bunga negatif oleh beberapa negara maju seperti Jepang dan Eropa. Sehingga banyak investor yang lari dan mencari tempat penempatan dana lain.

"Saya bilang negative interest rate ada di Jepang, di Eropa. Ini capital akan datang, terbang ke Indonesia," kata Chatib.

disadur dari situs detik finance

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...