(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

BI: Sambut Baik Renminbi Masuk SDR

Muchdi
Muchdi

BI: Sambut Baik Renminbi Masuk SDR

WinNetNews.com - Lembaga moneter internasional (IMF) yang menetapkan mata uang Tiongkok, renminbi sebagai mata uang cadangan internasional atau Special Drawing Rights (SDR), keputusan tersebut di sambut baik oleh Bank Indonesia (BI).

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, selama ini mata uang Negara Tirai Bambu itu telah menjadi salah satu mata uang yang menjadi cadangan devisa Indonesia. Dengan keputusan IMF tersebut, dirinya menilai justru akan lebih baik.

Gubernur BI Agus Martowardojo, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, seperti dilansir dari Metrotvnews, (1/12/2015), mengatakan "Karena persyaratan SDR itu adalah yuan tentu akan jadi mata uang yang dipakai perdagangan internasional, ekspor dan impor dan mata uang yang freeuseable currency. Jadi banyak digunakan untuk bertransaksi, untuk investasi maupun lain-lainnya."

Dirinya menambahkan, masuknya renminbi sebagai SDR juga berdampak baik bagi Indonesia. Pasalnya, volume perdagangan antara Indonesia dengan Tiongkok cukup tinggi. "Sekarang ini Indonesia memiliki volume perdagangan dengan Tiongkok yang besar. Paling tidak kita ada impor USD30 miliar dari Tiongkok dan Tiongkok ada impor dari Indonesia sampai USD15 miliar," jelas dia.

 

Meski demikian, lanjut Agus, diperlukan sosialisasi yang baik oleh otoritas di Tiongkok yang bertanggung jawab terhadap mata uang mereka. Sehingga, mampu bersanding dengan dolar Amerika Serikat (USD), euro, yen, dan poundsterling.

Seperti diketahui, IMF akhirnya memasukkan yuan ke dalam SDR yang akan berlaku mulai 1 Oktober 2016. Dengan bobot 10,92 persen dari total, banyak negara diperkirakan meningkatkan permintaan terhadap yuan walaupun sebatas hanya untuk pemenuhan SDR bukan cadangan devisa dalam arti lebih luas.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});