Bibit Samad Riyanto Pernah Jadi Dewan Pembina Gafatar

Bibit Samad Riyanto Pernah Jadi Dewan Pembina Gafatar

Rabu, 13 Jan 2016 | 08:26 | Liani
WinNetNews.com - Mantan Ketua Dewan Pembina Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Bibit Samad Riyanto, merasa tertipu sejak pertengahan tahun 2012 sampai 3 Januari 2015. Selama itu, Bibit merasa dimanfaatkan pamornya sebagai mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid II, 2007-2011, untuk mendulang masa pengikut Gafatar di 18 provinsi.

Bibit bercerita, keanggotaannya di Gafatar berawal dari ajakan seorang pemuda di sebuah kolam renang umum. Pemuda tersebut memaparkan bahwa Gafatar merupakan organisasi massa yang berkonsentrasi di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan. Dia pun tertarik dan bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina. Sejak itu, pria kelahiran Kediri ini pun aktif mengisi sejumlah kegiatan yang dilaksanakan Gafatar.

"Setelah pertemuan itu, si pemuda selang beberapa hari berkunjung ke rumah saya dan terus berlanjut. Di setiap kunjungannya itu dia jelaskan bahwa organisasinya (Gafatar) murni bergerak atas dasar sosial dan pembiayanya berasal dari iuran anggotanya," terang Bibit saat menjelaskan kronologi keterlibatannya di Gafatar melalui sambungan telepon, Selasa (12/1/2016).

"Iya saya selama itu sering diundang mengisi acara seminar di beberapa daerah dan hadir dalam rapat kerja nasional DPP Gafatar yang dilaksanakan dua kali, salah satunya di Makassar," sambung dia.

Baca Juga : Gafatar Bisa Menjurus ke Kegiatan yang Ekstrim

Dalam setiap kesempatan, Bibit selalu bertanya tentang latar belakang dan tujuan Gafatar kepada sejumlah pengurus. Namun ia tidak mendapatkan jawaban pasti. Saking penasaran, Bibit mencari tahu semua informasi tentang Gafatar melalui internet. Walhasil, dia mendapati bahwa surat izin terbentuknya ormas tersebut belum dikeluarkan Dirjen Kesbangpol Kemendagri. Sebab Gafatar menganut paham Al Qiyadah Al Islamiyah yang telah dilarang pemerintah.

"Kenapa saya mencari tahu lebih dalam soal latar belakang dan tujuan organisasi itu karena selama saya berada di sana ada beberapa kejanggalan. Itu seperti mereka tidak terlalu apresiasi atas penjelasan saya di setiap memberikan pemaparan materi yang selalu saya jelaskan di setiap seminar yaitu soal pemberantasan korupsi dan penjelasan soal Pancasila," katanya.

Sekitar akhir Desember 2014, Bibit dipertemukan dengan Mesias Gafatar di sebuah perkantoran di Ciputat, Tangerang Selatan. "Ternyata Mesias itu adalah yang diduga Ahmad Musadek dan disimpulkan organisasi yang menurut saya sangat menutup rapat jati dirinya itu memiliki misi mengkampanyekan aliran agama baru," katanya.

Setelah mendapatkan pemaparan langsung dari sang Mesias, Bibit langsung menyatakan mundur dan keluar dari ormas tersebut. "Saat itu juga saya menyatakan mengundurkan diri karena jelas organisasi itu bertentangan dengan ideologi saya dan kepercayaan yang saya anut. Pada hari yang sama (3/1/2015), saya kirim surat pengunduran diri dan sejak itu saya menghindar jauh dari Gafatar," terangnya.

Ia mengatakan, sampai isu Gafatar ini merebak belum pernah diminta keterangan dari pihak pemerintah dan penegak hukum. "Namun jelas pengalaman saya ini sangat penuh penyesalan dan tertipu oleh kedok yang akhirnya bisa saya buka sendiri," tukasnya.

Dilansir dari laman metrotvnews 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...