Bila Diperlukan, Israel Tetap Lakukan Serangan Udara di Suriah
ilustrasi

Bila Diperlukan, Israel Tetap Lakukan Serangan Udara di Suriah

Rabu, 22 Mar 2017 | 10:18 | Rusmanto

WinNetNews.com - Israel akan terus melakukan serangan ke wilayah Suriah jika dianggap perlu. Hal itu ditegaskan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu mengaku telah memberitahukan hal itu kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, sekutu dari Suriah.

"Jika dianggap perlu dari sudut pandang intelijen dan militer - kami akan menyerang dan akan terus berlanjut," kata Netanyahu sembari, menambahkan bahwa ia telah memberitahu Putin atas niatan Israel itu seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (22/3/2017).

Menurut Jerusalem Post, PM Israel itu juga membantah laporan bahwa Rusia telah bersikeras bahwa Israel harus menghentikan operasi militernya di wilayah Suriah.

Pada hari Senin, Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan kepada anggota parlemen Rusia yang berkunjung bahwa ia mengandalkan Rusia untuk mencegah serangan Israel lebih lanjut di tanah Suriah. Ia juga meminta Rusia untuk membantu Damaskus menghindari konflik yang berkembang dengan Tel Aviv.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil duta besar Israel untuk Moskow, Gary Koren, menuntut penjelasan atas serangan udara Israel yang dilakukan di dekat kota Suriah Palmyra pada Jumat pagi. Pesawat tempur Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menghantam beberapa sasaran di dekat Palmyra, diduga menghancurkan persediaan senjata canggih untuk gerakan militan Lebanon Hizbullah.

Kekuatan pertahanan udara Suriah menembakkan rudal anti-pesawat pada pesawat-pesawat Israel saat mereka kembali ke pangkalan. Media Suriah melaporkan bahwa satu pesawat itu jatuh, sementara Israel membantah klaim tersebut.

Israel juga mengatakan bahwa mereka berhasil menembak jatuh salah satu rudal pencegat dengan rudal Arrow, yang untuk pertama kalinya digunakan dalam pertempuran.

Setelah kejadian itu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengancam akan menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah. "Pada waktu berikutnya, jika aparat pertahanan udara Suriah bertindak terhadap pesawat kami, kami akan menghancurkannya," tegas Lieberman.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...