Bila Miliki Paspor Asing, Status WNI Langsung Gugur Tanpa Keputusan Presiden

Bila Miliki Paspor Asing, Status WNI Langsung Gugur Tanpa Keputusan Presiden

Senin, 15 Agt 2016 | 06:40 | Rusmanto
WinNetNews.com - Menteri ESDM Arcandra Tahar tidak menjawab tegas tentang isu status dwi kewarganegaraan yang disematkan pada dirinya. Dia hanya mengatakan bahwa proses-proses yang berkaitan di Amerika Serikat (AS) telah dikembalikan.

"Saya masih memegang paspor Indonesia. Proses-proses yang berkaitan di sana sudah saya kembalikan semua. Itu sudah dikembalikan. Silakan tanyakan yang ke berwenang. Saya masih WN Indonesia. Silakan cek paspor saya," ujar Arcandra kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Minggu (14/8/2016).

Namun, Arcandra tidak menjelaskan lebih jauh mengenai apa proses yang dia maksudkan tersebut. Hal ini pun masih menimbulkan tanda tanya besar.

Baca juga: Pemerintah Diminta Beri Penjelasan Isu WN Ganda Menteri ESDM

Apabila yang dimaksud Arcandra dengan proses adalah kepemilikan paspor AS, maka menurut Pasal 31 ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2007, status WNI Arcandra otomatis gugur. Presiden tidak perlu mengeluarkan keputusan tentang status kewarganegaraan yang dianut oleh Arcandra.

Keputusan Presiden RI tentang kewarganegaraan seseorang hanya berlaku untuk 2 kondisi yaitu ketika seorang anak dari pasangan WNI lahir di negara yang menganut Ius Soli (hak untuk wilayah) dan seorang anak yang lahir dari pernikahan campuran (WNI dan WNA).

"Itu dalam konteks kalau dia punya dwi kewarganegaraan. Seseorang bisa mempunyai dwi kewarganegaraan karena 2 sebab. Pertama mungkin dia lahir di negara yang menganut Ius Soli (Hak untuk Wilayah), misalnya orang Indonesia, pasangan suami-istri, anaknya lahir di Malaysia, dia kan otomatis mempunyai 2 kewarganegaraan, karena kita Ius Sanguinis (Hak untuk Darah) dan dia Ius Soli. Atau yang kedua, anak yang lahir dari perkawinan campuran, bapaknya WNI ibunya warga negara Amerika atau sebaliknya, jadi dia bisa punya dua kewarganegaraan," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (14/8/2016).

Tanggapan Yusril tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan tentang Pasal 31 ayat 2 dalam PP nomor 2 tahun 2007 yang berbunyi 'Warga Negara Indonesia dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri apabila yang bersangkutan sudah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan'.

"Otomatis (status WNI gugur apabila seorang WNI mengalami kriteria dalam Pasal 31 ayat 1 PP nomor 2 tahun 2007). Karena kita kan tidak menganut dwi kewarganegaraan," ucapnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...