Bioskop Bisa Dimiliki Asing Asal Putar Film Indonesia

Bioskop Bisa Dimiliki Asing Asal Putar Film Indonesia

Kamis, 11 Feb 2016 | 18:30 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Pemerintah membuka selebar-lebarnya pintu investasi di industri perfilman untuk asing. Industri itu mencakup distribusi film dan usaha pertunjukkan film.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengatakan revisi daftar negatif investasin ini bakal diperkuat dengan adanya Peraturan Presiden yang bakal rilis tak lama lagi.

"Dalam DNI baru inni, bioskop, pembuatan film, distribusi film akan lebih terbuka sampai 100 persen," kata Franky dalam rilis Paket Kebijakan Ekonomi X di Istana Negara, Kamis (11/2/2016).

Franky mengatakan untuk sektor pertunjukkan film atau bisokop, meski dibuka 100 persen untuk asing ada kewajiban yang harus dipenuhi.

Franky mengatakan, untuk memajukan industri perfilman nasional, bioskop wajin menayangkan 60 persen film Indonesia dari total jam penayangan film di bioskop tersebut.

"Dalam UU no 33 tentang perfilman, pelaku usaha pertunjukkan film, wajib menunjukkan film Indonesia 60 persen, dari seluruh jam pertunujukkan filmnya. Dengan semakin banyak bioskop, maka semakin banyak film dalam negeri, untuk mengejar 60 persen itu," paparnya.

Seperti diketahui, pemerintah membuka investasi untuk 35 bidang usaha bebas dimiliki asing. Salah satu alasan atau latarbelakang dari kebijakan ini adalah untuk mendoroang masuknya investasi di Indonesia.

(seperti dilansir dari Liputan 6)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...