Biro Perjalanan Disegel Polisi Karena Tidak Berangkatkan Jemaah Umrah

Rusmanto
Rusmanto

Biro Perjalanan Disegel Polisi Karena Tidak Berangkatkan Jemaah Umrah ilustrasi

WinNetNews.com - Kantor cabang Abu Tour and Travel di Palembang disegel polisi terkait adanya laporan penipuan. Jamaah mulai resah. Bahkan beberapa jemaah histeris melihat kantor dipasangi garis polisi sementara nasib berangkat belum diketahui.

"Saya sudah bayar mahal, bertahun-tahun uang dikumpulkan hanya untuk berangkat umrah. Ini kenapa sekarang kantor sudah disegel polisi, gimana nasib kami yang mau berangkat umrah," kata Yanti, salah seorang calon jemaah saat ditemui di kantor Abu Tour and Travel Jalan Inspektur Marzuki, Jumat (9/2/2018).

Untuk penyegelan dan garis polisi, Yanti menyebut sudah dipasang sejak Kamis (8/2) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Pemasangan garis polisi ini membuat kerisauan sejumlah calon jemaah yang gagal berangkat.

Menurut Yanti, dirinya sudah datang sejak pagi untuk mempertanyakan nasib dan meminta pertanggungjawaban pihak travel. Bahkan sampai siang ini dirinya hanya bisa melihat kantor yang sudah di segel dan tidak terlihat adanya seorang pun pegawai.

Sementara itu Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono HB mengatakan pemasangan garis polisi untuk menjaga kantor dari sesuatu hal yang tidak diinginkan. Bukan karena telah masuk dalam ranah penyelidikan.

"Penyegelan itu adalah inisiatif Kapolsek untuk mengamankan lokasi kantor. Jadi itu bukan karena sudah masuk ranah atau proses hukum, karena kami telah lebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Abu Tour and Travel," kata Wahyu.

"Saya minta masyarakat agar tidak ada yang salah artikan, penyegelan itu hanya untuk pengamanan sementara saja. Mengingat kantor terus didatangi oleh masyarakat untuk mempertanyakan keberangkatan," sambungnya.

Wahyu mengaku sampai saat ini belum ada laporan yang masuk dari masyarakat terkait dugaan penipuan oleh Abu Tour dan Travel. Pihaknya mempersilakan seandainya masyarakat ingin membuat laporan dan tentunya polisi pun akan membuat posko pengaduan. (detikcom)
 

Apa Reaksi Kamu?