Bisakah Kelahiran Prematur Diprediksi?
ilustrasi memprediksi kelahiran prematur. Foto: Istimewa

Bisakah Kelahiran Prematur Diprediksi?

Jumat, 11 Mei 2018 | 08:36 | kontributor

WinNetNews.com - Kehamilan adalah fase yang indah bagi seorang ibu. Tak cuma indah, fase ini juga diisi dengan banyak kekhawatiran dan kecemasan atas kesehatan bayi dalam kandungan. Beberapa wanita bahkan mungkin takut untuk melakukan beberapa pekerjaan yang dapat membahayakan kehamilan. Selain itu wanita yang hamil juga sering mengalami kecemasan berlebihan sehingga mudah stress.

Seperti prosedur medis lainnya, melahirkan juga dilengkapi dengan risiko dan komplikasi sendiri. Salah satu komplikasi utama yang mungkin timbul selama proses kehamilan adalah kelahiran bayi prematur. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang beresiko pada bayi, beberapa di antaranya mungkin juga berakibat fatal.

Dilansir dari Boldsky (20/3), banyak faktor yang dapat menyebabkan kelahiran prematur. Diantaranya adalah diet tidak sehat yang dilakukan oleh wanita hamil, tidak adanya kenaikan berat badan selama proses kehamilan, riwayat kesehatan ibu, stres, depresi, diabetes, obesitas, merokok, alkohol, dan lain sebagainya. Jika seorang wanita hamil tidak mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan selama kehamilan, besar kemungkinan mereka akan mengalami kelahiran bayi prematur.

Jadi, apakah kelahiran bayi prematur bisa diprediksi?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University Of Utah Health Sciences, telah memperkenalkan dua tes skrining yang diyakini untuk memprediksi kemungkinan kelahiran prematur pada wanita hamil. Tes tersebut dirancang untuk memeriksa kepadatan serviks wanita hamil untuk mendeteksi risiko kelahiran prematur.

Serviks merupakan bagian rahim yang berfungsi untuk melindungi janin dalam kandungan. Pada saat hamil serviks tetap mempertahankan ketebalan dan tetap tertutup sampai akhir kehamilan. Jika serviks telah mulai menjadi lebih tipis dan kurang padat, itu bisa menunjukkan risiko kelahiran prematur. Kedua tes skrining yang dikembangkan oleh para peneliti memiliki kemampuan untuk mendeteksi kepadatan rahim, sehingga memprediksi terjadinya kelahiran prematur.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...