Bisnis Hiburan Jadi Komoditas Politik!
Sumber : Istimewa

Bisnis Hiburan Jadi Komoditas Politik!

Kamis, 19 Apr 2018 | 15:42 | Oky

Winnetnews.com - Pihak Diskotek Exotic menyesalkan penutupan total usaha mereka oleh Pemprov DKI Jakarta. Mereka membantah ada peredaran narkoba.

Humas Diskotek Exotic Tete Martadilaga menyesalkan pencabutan izin usaha Diskotek Exotic oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP). Apalagi pihaknya tidak diberi kesempatan membela diri.

Penutupan Diskotek Exotic oleh Pemprov DKI Jakarta berawal dari ditemukannya pengunjung bernama Sudirman (41) tergeletak di lantai pada Minggu (1/4) diduga overdosis narkoba. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Husada, Sawah Besar, dan dinyatakan meninggal di sana.

Menurut Tete, Pemprov DKI Jakarta melakukan penutupan unit usaha mereka hanya berdasarkan rekomendasi dari BNNP DKI Jakarta. Padahal pihak Polsek Sawah Besar belum memberikan hasil penyelidikan.

"Kita kayak nggak dikasih kesempatan untuk membela diri. Kita kan nunggu hasil penyidikan dari Polsek Sawah Besar. Ini kan hasil penyidikan belum rampung, SK-nya (penutupan izin usaha-red) sudah turun. Gimana itu?" kata Tete saat dihubungi lewat telepon, Rabu (18/4/2018).

Tete membantah ada peredaran narkoba di Diskotek Exotic. Dia mengaku pihaknya melakukan razia ketat sejak diskotek mereka dirazia pada 2017 lalu.

"Kalau narkoba dari Exotic itu sudah steril, nggak ada barang-barang gituan. Tapi nggak tahu kalau tamu dari luar, mungkin mereka make dari luar terus masuk ke dalam, kan kita nggak bisa mantau itu. Jadi kalau untuk narkoba kita steril lah, kita jamin nggak ada. Sekuriti kita ketat kok itu. Tamu diperiksanya kan pakai jaket nggak boleh, tas harus dititip, rokok-rokoknya pun kita geledah takut ada narkobanya," jelasnya.

Ditambahkan Tete, dirinya meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno meninjau ulang penutupan total Diskotek Alexis. Menurut mereka ini menyangkut nasib sekitar 300 orang karyawan yang kini dirumahkan.

"Ya ditinjau ulang. Ini artinya kan polsek juga dilangkahin. Jadi ada apa gitu lho? Kayak keburu nafsu atau mungkin kejar target supaya bareng sama Sense itu. Kok istilahnya ada potong kompas. Wewenang polsek segala macem kok dilangkahin. Kelihatannya seperti itu," ujar Tete.

"Jangan dijadikan komoditas politik lah tempat-tempat hiburan ini, bisnis hiburan ini. Ini kan politik semua. Mulai dari Alexis, berbau politik nggak itu? Berbau politik kan. Jangan dijadikan alat lah untuk kepentingan politik. Bisnis hiburan ini kan kacau balau sekarang ini," sambungnya. 

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...