Bisnis Kuliner Fusion Food, Bisakah Bertahan Lama?

Rani
Rani

Bisnis Kuliner Fusion Food, Bisakah Bertahan Lama? Fusion Food Indonesia. Foto: Istimewa

WinNetNews.com - Belakangan ini mulai banyak berkembang trend fusion food. Fusion food adalah hasil persilangan atau kombinasi dari beberapa makanan yang kemudian dipadupadankan hingga menjadi satu jenis makanan dengan cita rasa yang baru.

Contoh fusion food misalnya burger dari amerika diberi bumbu saus callipso dari Meksiko. Kemudian sushi dari Jepang yang umumnya berisi seafood mentah, di Amerika penyajiannya dirubah menjadi isi avocado, mentimunm, dan lain-lain. Kalau di Indonesia sendiri contoh fusion food misalnya, kue serabi dengan aneka rasa dan toping, dan masih banyak lagi.

Fusion food ini memang sudah ada sejak tahun 1970-an, dan mulai populer di tahun 1990-an. Belakangan ini, trend fusion food pun mulai marak dikembangkan oleh pengusaha kuliner di Indonesia khususnya. Fusion food ini pun terbilang punya penikmat yang cukup banyak di Indonesia. Tapu apakah tren makanan unik ini bisa bertahan lama?

Pakar Kuliner Tradisional Nusantara, Arie Pariekesit dikutip dari Okezone (9/3), menyebut kalau tren tersebut bisa saja hanya berlangsung sesaat. Tren fusion food diprediksikan hanya mampu bertahan selama 1-2 tahyn, setelah itu, konsumen bisa merasa bosan dan tidak tertarik lagi untuk mengonsumsinya.

Bagi para pebisnis kuliner fusion food, jika memang ingin usahanya berjalan jangka panjang, disarankan agar benar-benar menjaga cita rasa makanan yang dijual. Jangan hanya memperhatikan lokasi juakan dan packaging produk saja. Menurut Arie, sebagus apapun promosi dan tempatnya, tidak terlalu berperan jika rasanya kurang enak. Karena sebagian besar orang akan kembali membeli karena rasanya yang lezat.

Apa Reaksi Kamu?