(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

BKPM : Formula Upah Buruh, Hilangkan Keraguan Investor

Muchdi
Muchdi

BKPM : Formula Upah Buruh, Hilangkan Keraguan Investor

WinNetNews.com - Paket ekonomi jilid IV, di mana salah satu isinya adalah pemberlakuan formula kenaikan upah buruh yang per lima tahun, seirng dengan dikeluarkannya Paket tersebut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimis investasi sektor padat karya bakal semakin meningkat.Keputusan tersebut dapat memberikan kepastian bagi investor dalam menghitung komponen upah buruh di biaya produksi.

Banyak investor yang menyatakan minatnya menanamkan investasi di Indonesia, Ujar Kepala BKPM, Franky Sibarani. Dalam berbagai pertemuan one on one sebelumnya, investor khususnya dari sektor padat karya selalu mengeluhkan ketidakpastian formula kenaikan upah buruh di Indonesia. Hal ini cukup menyulitkan investor dalam memproyeksikan biaya investasi.

Kepala BKPM, Franky Sibarani dalam keterangan tulis, di lansir Merdeka ,Jakarta, Minggu (18/10), Mengatakan Dengan kebijakan terbaru yang diumumkan pemerintah tentang pemberlakuan formula upah buruh selama 5 tahun, tentu dapat menghilangkan keraguan untuk memutuskan berinvestasi di Indonesia.

Kebijakan pengupahan dalam paket ekonomi jilid IV ini memperkuat paket kebijakan sebelumnya yang juga memberikan kemudahan atau insentif bagi investasi sektor padat karya, tambah Franky.

 

Pada paket kebijakan jilid III, pemerintah memberi kemudahan investor padat karya berupa diskon tarif listrik hingga 30 persen untuk pemakaian listrik pada tengah malam (23:00) hingga pagi hari (08:00). Selain itu pemerintah juga memberi penundaan pembayaran tagihan rekening listrik hingga 40 persen dari tagihan listrik 6 atau 10 bulan pertama, dan melunasinya secara berangsur, khusus untuk industri padat karya serta industri berdaya saing lemah.

"Selain investor existing yang sudah beroperasi, kebijakan diskon tarif listrik juga dapat menjadi daya tarik bagi investor padat karya untuk menanamkan modalnya di Indonesia.Kebijakan terbaru yang dikeluarkan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kita dalam menarik investor padat karya, khususnya untuk bersaing dengan Vietnam. Seperti pernah kami sampaikan sebelumnya, pesaing terberat kita di ASEAN untuk menarik investasi padat karya adalah Vietnam," tambah Franky.

Lebih jauh Franky menjelaskan, minat investasi sektor padat karya di Indonesia masih cukup tinggi. BKPM mencatat pengajuan izin prinsip di sektor padat karya. Sepanjang Januari-Juni 2015 naik 19,74 persen sebesar Rp 34,25 Triliun dibandingkan Semester I-2014 sebesar Rp 28,6 Triliun. Selain itu, BKPM juga telah mengidentifikasi adanya minat investasi di sektor padat karya sebesar USD 0,96 miliar.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});