Skip to main content

Blusukan Ahok Ditolak, Ahok: ini Menciderai Demokrasi

Blusukan Ahok Ditolak, Ahok: ini Menciderai Demokrasi
Blusukan Ahok Ditolak, Ahok: ini Menciderai Demokrasi

WinNetNews.com - Aksi penolakan oleh sekelompok orang mewarnai blusukan cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di wilayah Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ahok menilai aksi tersebut telah mencederai nilai demokrasi di Indonesia.

Saat berkunjung menyusuri Jalan Ayub, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ahok sempat bersalaman dan menyapa warga sekitar. Ia juga beberapa kali berfoto bersama warga. Tapi saat baru berjalan sekitar 500 meter di jalan tersebut, tiba-tiba sekelompok orang yang memakai peci hitam berteriak-teriak Allahu Akbar.

Beberapa kali mereka juga mengumpat dengan kata-kata kasar kepada Ahok. Mereka juga membawa poster bertuliskan 'Ahok Dajjal." Aksi sekelompok orang tersebut diamankan oleh petugas kepolisian. Ahok yang semula dijadwalkan akan meninjau Kali Sekretaris akhirnya dibatalkan.

Ia berjalan cepat dengan pengamanan polisi beserta tim sukses dan menggunakan angkutan umum Mikrolet M 24 menuju Polsek Kebon Jeruk.

"Saya kira ini mencederai demokrasi kita ya. Masyarakat semua terima kok. Masyarakat penduduk asli terima kok. Mereka hanya segelintir orang yang menteriak-teriakkan itu (tolak Ahok). Ini yang saya katakan ini tidak dewasa," ujar Ahok di Polsek Kebon Jeruk, Rabu (2/11/2016).

Ahok mengatakan aksi penolakan juga meresahkan dan membuat ketakutan terhadap warga sekitar. Ia berharap ke depannya, agar aparat penegak hukum bisa menegakkan aturan sehingga perbuatan tersebut dapat tidak terulangi kembali.

"Hukum negara kita kan enggak bisa dipaksa, harus ada aturan. Aturan disepakati ya sudah. Kalau kaya begini kan kasihan masyarakat ketakutan dengar suara suara begitu, teriak-teriak begitu," ungkap Ahok.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top