BNN Nilai Kereta Api Rawan Peredaran Gelap Narkoba

Zaenal Arifin
Zaenal Arifin

BNN Nilai Kereta Api Rawan Peredaran Gelap Narkoba

 Jakarta, Winnetnews.com -  Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai kereta api sebagai moda transpormas massal, rawan akan tindak kejahatan peredaran narkoba. Hal ini karena, moda tranpormasi tersebut efisiensi waktu dan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

"Fasilitas stasiun kereta api yang kerap menjadi pusat keramaian sangat strategis digunakan sebagai sarana informasi publik, namun, sekaligus rawan terjadinya tindak kejahatan narkotika," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) BNN, Kombes Polisi Slamet Pribadi dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Oleh sebab itu, BNN melakukan kerjasama dengan PT KAI untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia.

"Ini merupakan kesempatan yang besar bagi BNN dan PT KAI untuk melakukan kerja sama sebagai bentuk upaya bersama dalam pencegah dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN )di Indonesia," kata Slamet.

Upaya ini, kata Slamet dirasa sangat perlu, mengingat informasi bahaya penyalahgunaan narkoba harus terus dilakukan secara besar-besaran/masif dan intensif.

"Intensifikasi dan ekstensifikasi kampanye publik bahaya penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat mempengaruhi dan membentuk paradigma, sikap yang positif, semangat hidup yang produktif, sehingga masyarakat tidak pernah berfikir atau berniat untuk menggunakan narkotika sedikitpun dalam bentuk apa pun," kata Slamet.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});