BNPT: 1.500 WNI Berangkat ke Suriah dan Irak, Dijanjikan Fasilitas tapi Berakhir di Pengungsian
Ilustrasi (Foto: Reuters)

BNPT: 1.500 WNI Berangkat ke Suriah dan Irak, Dijanjikan Fasilitas tapi Berakhir di Pengungsian

Selasa, 22 Jun 2021 | 10:52 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan setidaknya ada 1.500 warga negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah dan Irak lantaran terhasult jaringan teroris global. 

"Berdasarkan catatan keberangkatan itu setidaknya 1.500 warga negara kita telah berangkat ke sana," kata Kepala BNPB Boy Rafli Amar, Senin (21/6), dikutip dari Medcom.

Para WNI itu, lanjut Boy, dibawa oleh jaringan seperti Al-Qaeda, ISIS, dan Taliban. Sebelum berangkat mereka juga diming-imingi sejumlah fasilitas.

"Mereka menjanjikan ketika berangkat akan mendapatkan sejumlah gaji, fasilitas pendidikan, dan fasilitas asuransi, dan sebagainya," ujar Boy.

Boy mengatakan, faktanya fasilitas itu hanya omong kosong. Setibanya di Irak atau Suriah, para WNI itu justru hidup di camp tahanan dan pengungsian.

"Sebagian besar dari mereka masih berada di camp-camp tahanan. Untuk yang pria, dan wanita, dan bahkan anak-anak berada di camp pengungsian," kata Boy.

"Ada yang telah meninggal dunia estimasi sekitar seratus dan kemudian melakukan relokasi ke negara-negara yang sedang konflik lainnya," lanjutnya.

Menurutnya, seribu lebih WNI yang berangkat ke Irak dan Suriah itu terhasut propaganda kelompok teroris global. Oleh karenanya, lanjut Boy, perlu peran serta masyarakat untuk menghilangkan pemikiran-pemikiran yang menyesatkan seperti ini.

"Menurut hemat kami ini perlu perlibatan semua masyarakat agar masyarakat bisa tercerahkan, kemudian tentunya kita berupaya agar jangan sampai banyak lagi masyarakat yang terperdaya untuk berangka ke Irak dan Suriah tersebut," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...