(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bocah Pengidap Miopati Kongenital di India Sudah Lebih Baik

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Bocah Pengidap Miopati Kongenital di India Sudah Lebih Baik

WinNetNews.com - Seorang bocah laik-laki asal Madhya Pradesh, India, bernama Mahendra Ahirwar (13), memiliki kelainan langka, yaitu Miopati Kongenital. Kelainan ini membuat otot-otot di lehernya sangat lemah sehingga tak bisa menopang kepalanya. Akibatnya, kepala Mahendra miring 180 derajat, dan posisinya seperti menggantung terbalik. Tulang belakangnya melemah, berarti dia tidak bisa berdiri atau berjalan. Bahkan sulit untuk duduk. Mahendra bisa saja merangkak tapi butuh bantuan jika ingin makan dan pergi ke toilet.

Dua tahun lalu, orangtua Mahendra, Mukesh Ahirwar (41) dan Sumitra Ahirwar (36), mengaku telah membawa anaknya ke 50 dokter di India. Namun, tidak ada dokter yang bisa membantu menegakkan leher Mahendra.

"Jika dokter tidak bisa menyembuhkan anak saya, lebih baik Tuhan yang membantu dia." kata sang Ibu.

Mengejutkan, anggota masyarakat menyalahkan kondisi Mahendra pada dosa-dosa masa lalu Mukesh dan percaya dia yang harus disalahkan untuk kecacatan anaknya.

Sumitra, yang juga memiliki dua anak yang sehat berumur 16 dan 10 tahun dan seorang putri berusia 14 tahun. Pada kehamilan Mahendra, sang ibu tidak memeriksanya ke dokter.

Kehidupan Mahendra ternyata menyentuh hati Julie Jones, seorang donatur dari Liverpool. Julie melakukan penggalangan dana dan berhasil mengumpulkan uang untuk biaya operasi Mahendra.

image0

Mahendra kemudian dibawa dari desa tempatnya tinggal ke ibu kota India untuk mendapat pengobatan. Ia ditangani oleh dokter bedah tulang belakang dari Rumah Sakit Apollo di Delhi, dr Rajagopalan Krishnan. Rajagopalan sering menangani kasus-kasus ekstrem di India.

Rajagopalan dan timnya melakukan cangkok tulang dari panggul untuk leher Mahendra agar bisa berdiri tegak. Operasi dilakukan sangat hati-hati karena berisiko pada kematian. Operasi pun berjalan lancar selama 10 jam.

Setelah operasi ini, orangtua Mahendra berharap, anaknya bisa ikut bermain bersama teman-temannya dan bisa lebih mandiri. Mereka berharap, hidup Mahendra berubah menjadi lebih baik.

Sumber Dailymail  

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});