Body Shaming dan Efeknya bagi Mental Korban
Artwork via somethingnavy.com

Body Shaming dan Efeknya bagi Mental Korban

Selasa, 17 Des 2019 | 14:43 | Shafira Nur Rahmani

Winnetnews.com - Baru-baru ini berita mengejutkan datang dari artis papan atas Ariel tatum. Setelah sempat vakum dari dunia hiburan beberapa tahun belakangan ini, ia kembali dengan pengakuan bahwa ia mengalami depresi hingga sempat melakukan percobaan bunuh diri. 

Ariel mengaku, sejak kecil sudah mengalami tindakan body shaming dan mendapatkan tekanan dari berbagai pihak. Ariel pun melakukan percobaan bunuh diri yang tidak hanya dilakukan sekali. 

“Aku sudah mendapatkan perilaku body shaming sejak SMP. Dulu ketika aku SMP, Badan aku kurus kering dan dibilang seperti tengkorak jalan. Dan pada saat masa puber, aku dibilang operasi plastik,” ujar Ariel tatum.

Body shaming atau mengomentari bentuk fisik orang lain atau diri sendiri sedang banyak terjadi tanpa kita sadari. Misalnya “ihhh mukanya aneh banget” atau “Diet dong! Badan gede banget” baik secara langsung maupun di media sosial.

Body shaming bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan, bahkan pelaku body shaming tidak memandang usia. Karena body shaming sering dilakukan kepada anak usia remaja bahkan orang tua sekalipun. 

Hal ini terjadi pada seorang mahasiswi berinisial (R). “Dulu gue sering banget melukai diri gue sendiri, gue merasa ga adil karena bentuk tubuh gue berbeda dari teman-teman gue yang lain. Gue mau sempurna seperti mereka,” ujarnya. 

“Dulu gue bahkan pernah takut untuk melihat muka gue sendiri di depan kaca. Apalagi kaca yang baru gue liat. Gue trauma banget, dan tidak terima dengan kondisi gue yang seperti ini,” lanjutnya. 

Melihat efek dari tindakan body shaming tersebut, tentu tidak dapat dianggap sepele. Namun bagi kalian yang mengalami tindakan body shaming, ada berbagai cara untuk mengatasi tindakan body shaming.

1. Jadikan motivasi untuk memperbaiki diri

Ketika seseorang meremehkan fisik kamu. Sudah saatnya untuk tunjukan bahwa kamu tidak seburuk yang mereka bayangkan. Misalnya ketika kamu selalu dibilang gendut, Perkataan buruk mereka bisa kalian jadikan motivasi untuk memperbaiki diri. Tapi ingat, jangan sampai kalian menyiksa diri sendiri dan berakhir tidak bahagia dan merasa tertekan. 

2. Mencintai diri sendiri 

Sebelum kita mencintai orang lain, kita harus mencintai diri kita sendiri. Kita juga harus mencintai kelebihan dan kekurangan kita. Dan Ketika kita bangga dengan diri kita sendiri, kita tidak akan terpengaruh dengan ucapan buruk mereka. 

3. Belajarlah untuk memaafkan orang lain

Meskipun perkataan orang lain sangat menyakitkan, bukan berarti kita tidak bisa memaafkan mereka karena menyimpan dendam sangatlah tidak baik bagi kesehatan jiwa kita. Jiwa yang sehat akan menumbuhkan energi positif yang dapat dirasakan oleh orang lain sehingga jiwa kita akan lebih damai tanpa harus menyamakan standar hidup kita dengan orang lain. 


Nah, tanpa kita sadari, kita bisa saja menjadi pelaku body shaming loh teman-teman. Mulai sekarang kita harus hati-hati untuk berbicara, jangan sampai menyakiti perasaan orang lain. Dan say no to #bodyshaming.

***

 


Shafira Nur Rahmani adalah mahasiswi London School of Public Relation, Jakarta.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...