Bom di Pakistan Tewaskan 70 Orang, ISIS Mengaku Dibalik Serangan Itu

Bom di Pakistan Tewaskan 70 Orang, ISIS Mengaku Dibalik Serangan Itu

Selasa, 9 Agt 2016 | 08:15 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Bom bunuh diri di Pakistan menewaskan 70 orang dan melukai lebih dari 100 orang pada hari Senin. Serangan tersebut menyerang sebuah rumah sakit di kota barat daya Quetta, dan ISIS mengaku berada dibelakang kejadian ini.

Pembom itu menyerang kerumunan pengacara dan wartawan, yang saat itu tengah mendampingi jenazah seorang pengacara terkemuka Faridullah, di ruang gawat darurat yang tewas akibat tertembak dan dibunuh. Seorang reporter dikabarkan terluka akibat serangan bom tersebut.

Abdul Rehman Miankhel, seorang pejabat senior di Rumah Sakit Sipil yang dikelola pemerintah, saat ledakan terjadi, mengatakan kepada wartawan bahwa sedikitnya 70 orang tewas, dengan lebih dari 112 terluka.

"Ada banyak yang terluka, sehingga angka kematian bisa meningkat," kata Rehmat Saleh Baloch, menteri kesehatan.

Kantor berita negara Islam Amaq melaporkan gerakan berbasis Timur Tengah berada di balik kekejaman tersebut. Jika benar, itu akan menandai perkembangan yang mengkhawatirkan bagi Pakistan, telah lama dilanda kekerasan ISIS yang berbasis warga local.

"Seorang martir dari ISIS meledakkan sabuk peledak di sebuah pertemuan karyawan kementerian kehakiman dan polisi Pakistan di kota Quetta," kata Amaq.

Jamaat-ur-Ahrar, sebuah faksi dari kelompok Taliban Pakistan militan Islam, sebelumnya mengatakan melakukan serangan itu, meskipun kelompok itu diyakini telah mengaku bertanggung jawab atas pemboman di masa lalu bahwa ia tidak terlibat dalam.

"The Tehreek-e-Taliban Pakistan Jamaat-ur-Ahrar (TTP-JA) bertanggung jawab atas serangan ini, dan berjanji untuk terus melakukan serangan seperti itu," kata juru bicara Ehsanullah Ehsan dalam sebuah pernyataan.

Hanya pekan lalu, Jamaat telah ditambahkan ke daftar Amerika Serikat yang dinamakan 'teroris global, yang akan memicu sanksi.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...