Bom Sri Lanka: Pelaku Bom Bunuh Diri Pernah Berkuliah di Inggris dan Australia

Daniel
Daniel

Bom Sri Lanka: Pelaku Bom Bunuh Diri Pernah Berkuliah di Inggris dan Australia Foto: Jewel Samad/AFP/Getty Images

Winnetnews.com - Fakta terbaru seputar pelaku pembomban Sri Lanka mengungkapkan fakta mengejutkan. Ternyata salah satu pelaku bom bunuh diri pada Minggu Paskah memiliki latar belakang pendidikan yang luar biasa. Bahkan, si pelaku pernah mengemban pendidikan di luar negeri.

Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Pertahanan Sri Lanka, Ruwan Wijewardene. Ia mengungkapkan salah satu pelaku pernah mengenyam pendidikan di Inggris dan Australia. Bahkan, menurutnya hampir semua para pelaku bom bunuh diri punya pendidikan yang cukup baik dan stabilitas ekonomi yang juga baik.

“Kami yakin salah satu dari pelaku bom bunuh diri pernah bersekolah di Inggris dan ia lalu melanjutkan pascasarjana di Australia sebelum kembali dan tinggal di Sri Lanka,” ujar Wijewardene seperti dikutip dari Guardian.

“Kelompok pelaku bom bunuh diri, kebanyakan dari mereka memiliki pendidikan yang baik dan datang dari kelas menengah dan menengah ke atas. Jadi mereka secara finansial cukup independen dan stabil. Ini adalah hal yang mengkhawatirkan,” jelasnya.

Berdasarkan investigasi tim anti-terorisme Inggris menyatakan pelaku yang pernah menjalani pendidikan di Inggris tersebut bernama Abdul Lathief Jameel Mohamed. Ia pernah berkuliah di Universitas Kingston yang terletak di Barat Daya London pada 2006-2007. Abdul saat itu mengambil jurusan teknik kedirgantaraan.

Kasus terorisme di Sri Lanka pada Minggu Paskah (21/4) memakan korban sebanyak 359 jiwa, sementara 500 lainnya jadi korban luka-luka. Terjadi delapan ledakan yang menghancurkan tiga gereja, dan beberapa hotel mewah.

Apa Reaksi Kamu?