BPD Direkomendasikan OJK untuk salurkan KUR

Muchdi
Muchdi

BPD Direkomendasikan OJK untuk salurkan KUR
WinNetNews.com - Paket Kebijakan Ekonomi Tahap III pemerintah memperluas penerima KUR.Setelah menurunkan tingkat bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari sekitar 22% menjadi 12%, Kini, keluarga yang memiliki penghasilan tetap atau pegawai dapat menerima KUR untuk dipergunakan dalam sektor usaha produktif. Melalui perluasan penerima KUR ini, pemerintah berharap akan muncul para wirausahawan baru.

Perluasan debitur KUR ini akan berdampak baik bagi penyerapan KUR ungkap Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulya E. Siregar. Meski demikian, menurut Mulya, yang harus diperhatikan adalah kesepakatan mengenai besaran Imbal Jasa Penjaminan (IJP) antara perusahaan penjaminan dengan bank penyalur KUR.

"Besaran untuk IJP yang sampai sekarang masih didiskusikan," ujar Mulya, Kamis (8/10). Selain itu, wasit lembaga keuangan ini juga telah menyampaikan daftar Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang direkomendasikan untuk turut serta menyalurkan KUR. "Kami sudah merekomendasikan daftar BDP untuk mengikuti penyaluran KUR. Tapi keputusannya ada di Kemenko," ucapnya.

Catatan saja, penyaluran kredit usaha rakyat sampai saat ini masih seret. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Perekonomian dari total anggaran KUR senilai Rp 30 triliun, sampai dengan 30 September kemarin baru tersalur Rp 4,24 triliun saja.

Penyaluran tersebut berasal dari tiga bank. Pertama, BRI senilai Rp 3,5 triliun dari target penyaluran KUR lewat bank tersebut yang pada tahun 2015 ini mencapai Rp 21,4 triliun.

Kedua, Bank Mandiri yang mencapai Rp 350 miliar dari target penyaluran KUR bank tersebut yang pada tahun 2015 ini ditetapkan mencapai Rp 3,2 triliun.

Dan Ketiga, BNI yang baru mencapai Rp 159 miliar dari total target penyaluran KUR sebesar Rp 3,2 triliun yang ditetapkan untuk bank tersebut.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});