BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pedagang Pasar

BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pedagang Pasar

WinNetNews.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus menarik para pekerja dari sektor informal. Setelah beberapa waktu lalu para nelayan, dan hari ini menggaet pengemudi Gojek, selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan akan manyasar para pedagang pasar.

"Setelah ini kita ke pedagang pasar," ungkap Ilyas Lubis, Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga, BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Minggu (17/4/2016).

Baca juga: Punya Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Driver Gojek Bayar Rp 16.800/Bulan

Area pedagang yang pertama adalah Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Ilyas memperkirakan cukup besar potensi pedagang yang bisa diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

"Itu cukup besar. Jadi sebelum puasa, nanti kita ke pedagang pasar," jelasnya.

 

Ilyas memaparkan, target iuran yang terkumpul tahun ini adalah Rp 42 triliun. Kontribusi yang diberikan dari pekerja informal masih sangat kecil, bahkan belum menyentuh angka Rp 500 miliar.

"Untuk sektor informal itu belum sampai setengah triliun. Masih terbesar di sektor formal," kata Ilyas.

Akan tetap, Ilyas optimis dengan optimalisasi dari ketiga sektor tersebut maka iuran dari pekerja informal akan cukup signifikan. Di samping juga tetap memperhatikan sektor lainnya.

"Jumlah peserta jadi 430.000-an. Itu yang aktif sampai bulan ini. Dari 3 sektor ini bisa 1,3 juta," terangnya

Sumber daridetikFinance, Jakarta